BANDUNG BARAT_Harian-RI.com
Pemilihan Kepala Desa Serempak di laksanakan dikabupaten Bandung Barat provinsi Jawa Barat minggu,2/6. Namun pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang di harapkan.
Seperti terjadi Di Desa cibitung Kecamatan Rongga Diduga ada kecurangan mulai dari DPT , warga yang nyoblos dari Desa Lain,money politik, black campaign .
Yang lebih kaget lagi oknum ajengan yang berinisial K ikut serta menandatangani edaran ajakan untuk memilih salah satu calon kades .
saat dikomfirmasi jumat,7/7 melalui telp seluler dalam keterlibatannya menyebarkan dan menandatangani tulisan ajakan untuk mendukung salah satu cakades dengan dengan menggunakan tulisan arab ajengan K meng iya kan " betul saya mengajak kepada seluruh alumni alumni pesantren yang ada di Desa cibitung untuk mencoblos salah satu cakades dan saya bukan tim sukses salah satu calon , untuk pa mantan juga bagus dalam mengelola pemerintahan " Ujarnya
Masih menurut ajeungan K saat disinggung kenapa harus mencoblos cakades pilihannya ia men jawab, untuk mantan kades yang ikut dalam pilkades sekarang ini cukup dua periode . paparnya
Di tempat terpisah menurut sumber yang di percaya mengatakan pilkades Cibitung saya duga sudah direncanakan terbukti banyak sekali pelanggaran dalam pilkades ini tetapi panitia seolah olah tidak tahu alias tutup mata dan ini harus di proses hukum .katanya
Sedangkan menurut Rahmat Hidayat pemerhati Desa mengatakan yang namanya ajeungan/ kyai itu harus berdiri tegak tidak memihak kemanapun dalam pilkades ini.
Ajeungan/ kyai adalah orang yang terkemuka di daerah dan pada saat ada pemilihan kepala Desa jangan ada ajakan apapun.
Ajengan / kyai itu milik semua warga bukan milik seseorang, dalam permasalahan seperti ini akan menimbulkan gejolak dalam masyarakat dan akan mengakibatkan kurangnya kepercayaan masyarakat kepada oknum ajengan/ kyai ujarnya. ( CR )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar