Warga Marding ding ,berpikiran jernih ,dan sirius ,mengingat selama ini tuntutan masyarakat tersendat ,artinya sudah pernah timbul kepermukaan
Disana warga sekitar misalkn warga buruh kebun masih menyandang buruh lepas ,tanpa tanggung jawab masa depan pkerja,itu pun tidak diangkat mnjadi buruh permanent
Menjadi buruh tetap,disisi lain ada dua,tiga buruh yg bisa diangkat sebagai pkerja tetap mmbidangi kesatpaman,alias sicruiti di perusahaan terdekat
Disisi lain jalan lingkar pun dipergunakan pihak perusahaan yang tdk melebihi tonase muatan
Disisi lain konon issu issu masyarakat sekitar perusahaan buang badan tanpa berpikir dari Aturan Bina lingkungan tali kasih kpada masyarakat,tidak pernah masyarakat menikmati sebagai putra daerah hak hak warga negara dan hak adat nya
Lalu siapa yg ber poligamy ,dlm issu selama ini ,untuk membagun Desa??? Tutur masyarakat yg enggan disebutkan idetitasnya satu persatu baru barh ini didepan medya 28/6/23
Nampak dlm gmbar,medya mencoba menggali informasi ,ingin tahu,cari tahu ,medya blum dapat terima dari Ibu Kades,setempat karena msih keadaan lelah diduga tdk msuk kntor ,lewat staf menyebutkn
Medya pro rakyat kah,Disnaker pro buruhkan??
ATR/BPN pro rakyat kah??
Dua sisi yg masih tabu lg penggalian medya dan blum confirmasi ke pihak terkait,buruh,tanah dan mitra kerja bina lingkungan dlm tali kasih
Yg pasti masyarakat sudah pernah kecewa,kesal
Sekali,jalan jalan rusak tambah okum medya setempat
Timbul pertanyaan publik sederhana :Mana duluan Masyarakat tinggal disana atau perusahaan ??
Biar lah masyarakat mengungkapkn langsung kpada pihak Pemeritah nya lebih jelas dlm mitra kerja atar warga dgn putra daerah ke perusahaan
Dan biar lah masyarakat dgn hak tulusnya sesuai dgn UUD 1945 dlm pasal 27(ayat 2) ,menjaminnya
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi , medya blum dapat menggali info dari pihak pihak yg berkaitan ,
Mari kita ikuti prkmbangan lnjutan ,demi tujuan mulia ,dab kpntingan publik



Tidak ada komentar:
Posting Komentar