Magister Ilmu Kebencanaan USK Bekerjasama dengan CSEAS Kyoto University Sukses Laksanakan Workshop tentang Peran Perempuan dan Fungsi Keluarga dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi 3 Fase krisis (Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19)
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Magister Ilmu Kebencanaan USK Bekerjasama dengan CSEAS Kyoto University Sukses Laksanakan Workshop tentang Peran Perempuan dan Fungsi Keluarga dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi 3 Fase krisis (Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19)

    Dimas ( Redaksi )
    27 Agustus 2023, 8/27/2023 12:40:00 PM WIB Last Updated 2023-08-27T05:40:07Z



    Banda Aceh_Harian-RI.com

    Magister Ilmu Kebencanaan USK Bekerjasama dengan Center of South East Asian Studies (CSEAS) Kyoto University telah melaksanakan workshop bertajuk  “Peran Perempuan dan Fungsi Keluarga dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi 3 Fase krisis (Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19)” pada tanggal 26 Agustus 2023, dengan narasumber yang merupakan aktivis perempuan dari berbagai latar belakang, yaitu Illiza Sa’aduddin dari latar belakang politisi, Khairani Arifin dari latar belakang aktivis perempuan, Syafwina yang berlatar belakang budayawan dan seniman, Dr. Nurjannah Ismail, M.Ag. yang merupakan ulama perempuan, dan Assoc.Prof.Nishi Yoshimi yang merupakan seorang peneliti Jepang yang memiliki ketertarikan khusus terhadap Aceh dari CSEAS Kyoto University.


    Acara dibuka oleh Kaprodi Magister Ilmu Kebencanaan yaitu Dr.Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa “kegiatan workshop hari ini pada dasarnya didorong oleh kegiatan penelitian yang sedang kami lakukan terkait peran perempuan dalam menghadapi 3 fase krisis, nah dari penelitian yang masih berproses ini kami mendapat banyak informasi menarik, salah satunya ternyata banyak perempuan yang selama ini belum terekspos perjuangannya. Diharapkan ini dapat menjadi upaya untuk mengeksplisitkan peran perempuan-perempuan hebat ini, agar terus bergulir”.


    Workshop berdurasi 4 jam tersebut berhasil membuat peserta terkagum kagum dan terhanyut ke dalam cerita dan kisah-kisah yang dipaparkan oleh para pemateri. Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Suraiya Kamaruzzaman ini dihadiri oleh 50 peserta secara langsung di Ruang Mini Teater Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, serta hybrid melalui ruang zoom meeting. 


    Dalam paparannya masing masing narasumber menceritakan pengalaman pribadi terkait peran selama ini dalam memperjuangkan hak hak perempuan dan usaha untuk terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan. 

    Dalam materinya Illiza Sa’aduddin menekankan bahwa, “Jika perempuan tidak terlibat dalam berbagai keputusan maka akan terjadi ketertinggalan dan kemiskinan, dan pentingnya penguatan perempuan yang dimulai dengan penguatan pada kebijakan, pemberdayaan, perlindungan dan alokasi anggaran”.


    Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, baik peserta online maupun offline, peserta tampak aktif bertanya dan berharap kegiatan lanjutan dapat dilakukan kembali.


    Dalam wawancara terpisah, wartawan senior Yarmen Dinamika yang turut hadir dalam workshop mengungkapkan bahwa, “Workshop ini menarik dan menginspirasi. Dalam workshop ini tergambar bahwa perempuan-perempuan Aceh merupakan sosok yang mengalami tiga masa krisis sekaligus, yakni fase konflik, tsunami, dan pandemi Covid-19, hal yang tak dialami mayoritas perempuan Indonesia dari provinsi lain. Tiga jenis krisis ini telah menempa perempuan-perempuan Aceh menjadi lebih berdaya dan responsif terhadap situasi krisis, termasuk bencana. Selain itu, kondisi krisis tersebut juga menjadi ajang bagi perempuan-perempuan Aceh untuk berjuang sekaligus belajar. Terutama belajar untuk memenej situasi yang memang tidak mudah, tapi harus berhasil.  Semoga tak ada krisis yang lebih parah dari tiga fase krisis  yang dialami perempuan-perempuan Aceh tersebut. Kasep dile ube na nyang ka”.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Magister Ilmu Kebencanaan USK Bekerjasama dengan CSEAS Kyoto University Sukses Laksanakan Workshop tentang Peran Perempuan dan Fungsi Keluarga dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi 3 Fase krisis (Konflik, Tsunami dan Pandemi Covid-19)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer