Atas jatuhnya pengguna jalan umum di jembatan si Sopot
Mengakibatkn meninggal dunia alm Rafael Malau
Dan sudah dikonsumsi di publik,jembatan tanpa pagar permanent
Siapa tdk menangis melihat seperti ini tiba dialami masyarakat dimana kehilangan seorang putrinya dan di sayangi dan dicintai dan bhkn menjadi mayat???
Sekiranya itu musibah datang pd diri kita,pasti tdk terbendung tangis isaknya,yg ada menjadi tidak ada,sekalipun kita disebutk selaku umat beragama,
Pasti belum dapat menerima nasehat,kotbah dari pihak gereja dan famili,sahabat,rekan ,beluk dapat diterima atas ke pergian putrinya alm Rafael Br Malau semasih duduk di bangku sekolah
Yg paling parahnya di orag tua alm jika melihat nantinya yg sebayanya terus sekolah dan berhsil ,ini bagi si orang tua semakin traumatis ,pasti traumatis
Sesuai dgn hak hak sipil selaku warga negara dalam kewajibannya selaku pemerintah ,penyeleggara negara bukn Dinas sosial bkan pula pihak dinas basaras,
Pihak publik minta : pempro/pemkab(PU) harus bertanggung jawab atas kematian seorang pelajar siswa Rapael br Malau,akibat lalainya PU tdk mmbuat pagar permanet untuk mencegah hal hal yg tdk di inginkn masyarakat kecelakaan,disini bkn masalah SIM pengemudi speda honda tapi meninggalknya keluarga warga selaku pengguna jalan jembatan apalg sungainya sangat jauh ke bawah tanpa mmbuat plang informasi :hati hati bagi warga jmbatan ini tanpa pagar,sama sekali tdk ada,
Jd tdk ada ber andai andai di kecelakaan ini,tdk ada,justru pagar permanent tdk ada,sehingga membawa kematian alm jatuh ke sungai,ini peringatan keras bagi pempro,dan pemkab(PU) tandas masyarakat di alam tanggung jawab pemerintah,jelas faktanya tambah warga lg berbincabg bincang pd awak medya 25/8/23
Yg enggan disebutkn idebtitasnya mencermati meninggalnya pengguna jalan umum(jembatan)
Pokoknya pemkab/PU pempro hrus bertanggung jawab penuh,ini wajib pungkasya pd awak medya
Bukan rahasia umum lg,fakta nampak dlm gmbar
Dan sudah menjadi pmbahasan masyarakat sekitarnya,di alam demokrsasi saat ini,akibat lalai ya pihak PU tdk mmbuat pagar permanet ,sehingga tdk dibuatnya pagar permanent meninggalnya seorang siswa Raheliva br Malau (15thn) jatuh korban di jembatan sisopot desa Salaon kecamatan Ronggur ni huta tgl 21/8/23 putri dari Elman Malau br Tambunan putri pertamanya
Ini sangat mengejutkn bagi keluarga korban
Dan sudah banyak korban korban kecelakaan dijalan gara gara lobang batu tumpakan ,di celah celah masyarakat dlm pengalaman ,dlm pengguna jlan umum
Ini bukn tanggung dinas pndidikan,guru ,bukan ini penuh tanggung jawab Dinas pekerjaan umum ,ujar warga
Akibat dari lalainya pihak penyelenggara negara,(PU) meninggalnya korban ,dan tdk dapat dinikmati hak hidupnya untuk sekolah,pkerjaan bhkn menikah ,ini harus bertanggung jawab dari segi hukum immaterial dan materiil,
Bukan rahasia lg ,berulang ulang menegaskn kmbali
Harus bertanggung jawab penuh
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi untuk menjawab tantangan ke depan
Medya blm lg mendapat hak jawab sementara terkait peristiwa ini pihak PU dan jajaran blum mendapatkn
Namun hak publik,dan masyarakat selama ini blum paham akan hal peristiwa yg sama dialami masyarakat,ini bkn kecelakaan lakalantas
Dan sungguh banyak menyita tenaga,dan waktu,pikiran untuk mendapatkn mayat korban ,kita akui kematian manusia itu terletak atas rahasia Tuhan,disisi lain ,ini menjadi tugas berat sebenar nya di pihak pemangku jbatan di pemerintahan sebab dan akibat ,dan dampak nya pagar jmbatan tdk dibuatk pihak
Ini kwantitas,integritas pejabat ,cara berpikir nya menjaga dampak negatif resiko ,yg membuat rakyat ,pengguna jalan umum
Jembatan si ponot menjadi bukti sejarah di kaum marga Malau dan masyarakat sekitarya,yang menjadi timbulnya pegguna jalan lainya,jika pagar permanent nya tdk di tambahi perbaikannya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar