Asahan,Bdr Pulau_Harian-RI.com - Sungguh menghawatirkan jika kita lihat perilaku insan ciptaan Tuhan, sangat jauh dari harapan dan ajaran iman dan agama, semakin galau, publik mencoba menelaah atas peristiwa yang dialaminya, kondisi usia lanjutan dan butuh pertolongan pikiran yang netral dan positif.
Orang warga pasti enggan mencampuri nya, dianggap peristiwa person ke person
Lepas dari person disana terselip perilaku kejahatan dalam keluarga, karena peristiwa itu tidak mengandung kebenaran dan keadilan ujar sumber menyebutkan
Masak hak dan harta gono gini suami nya yang di tinggal suaminya yang sudah dahulu di panggil Tuhan, mengakibatkan istri nya br Ht G tinggal sendirian tanpa mendapat keturunan dari hasil pernikahannya dengan suaminya ber marga simanjuntak.
Si oppung ini mencoba membeberkan hati nuraninya dan mudah mudahan orangtua pengetua dapat memahami kedua pihak dalam keinginannya, kesepakatan terdahulu cukup menyimpang dan tidak itikad baik terakhir ini, dalam pengasuhannya mungkin ditelantarkan
Melihat gerak gerik ini, semakin menghancurkan hati oppung ini
Semua harta gono gini dikuasainya lahan pertaniannya kelapa sawit puluhan hectar, ironisnya pas pasan dalam hidup alias tidak kompak dengan anak tirinya,
Padahal jika Tuhan masih memberikan hidup, paling lama hidupnya 5 tahun lagi ,ujarnya pada awak media.
Nampak dalam gambar KK dan KTP nya, Boleh kah orang lain mencampuri urusan person ini,??
Boleh kah dan masih adakah hak mutlak si oppung ini??
Dugaan miring negatif tinggi, ada semacam menggoroti harta benda itu untuk menggali keuntungan sendiri dengan mengesampingkan hak hak sipil pemilik lahan dan mengandalkan kesombongan kepada ibu tirinya.
Itikad baik belum tentu dari pelaksanaan terdahulu jika benar
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi 12/9/23
Keinginan oppung harus kita lihat arah kemana dan bukan rumit.
Pantun hagoluan tois hamagoan
Tinaba hau toras, bahen sopo dibalian, jolma na burju mar natoras ikkon dapot parsaulian, Akhir dari sumber menyebutkan
Awak media belum didapat hak jawab dari anak pewaris,
Mari kita ikuti perkembangan selanjutnya.
[Horas Situmorang]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar