Memang tdk ada masalah ,tapi masalah dlm riak riak dlm rumah tangga ,perbedaan prinsip dlm hak hak sipil dlm rumah tangga apalg beda makna harta persatuan dgn harta bawaan si istri
Perdebatan ini tdk memuncak ke permukaan ,
Pasalnya ibu op Ronson br pasaribu telah mmbawa harta warisan dari org tua semasa hidupnya,telah menerima sebidang tanah pertanian seluas 01(Satu)Hectar dgn nilai jumlah jualnya Rp 60 juta
Lalu diskusi punya diskusi dlm rumah tangga mereka mereka ,terjadi lah kmbali penjualan hsrta warisaan bawaan si istri
Pendapat si suami ber marga hutagalung ,bahwa tanah yg tukar tempat dan letak tanah ,menjadi seluas ,lebih 01(satu) dgn seharga Rp 35 jutaan ,berarti sisa dari jual ladang masih berlebih
Namun yg paling dlm bedebatan suami istri harus atas nama si istri oo ronson br Pasaribu,berobah dan dari desakan suami menjadi atas nama suami ladang 7 hectar ,mnjadi atas nama,artinya mnjadi hilang atau berobah jd harta warisaan bawaan menjadi harta persstuan hono gini,seolah hsil dari suami istri pdhal tdak,artiya asal usul tanah dan dana ,tetap bawaan dan prakteknya tdk
Ujarya pd medya 12/9/23 du depan ,
Dan publik tdk lepas berpikirnya jujur dan netral
Publik jelas memhak kpada asal usul tanah dan asal usul uang hrus tetap harta bawaan
Perbedaan pndapat dan pikiran yg setuju publik,adalah hsilnya untuk rumahtangga,apalg ini bukan atas kesepakatan,tp justru kepala keluarga ,lah maka atas nama suami dan hsil di peruntukkn kbutuhan rumah tangga,dan sejatiya pndapat sang suami itu kurang pas kurang tepat ,tambah warga yg enggan menyebutkn identitasnya
Hingga berita ini dikirimkn ke meja rdaksi belum berobah ststus tanah atas nama op Ronson br pasaribu bkn atss nama op ronson hutagalung ,info ini juga diketshui putra putrinya
Beda tapi sama,dan sama tp beda



Tidak ada komentar:
Posting Komentar