KOTA JANTHO_Harian-RI.com
Cuaca ekstrim dengan intensitas hujan tinggi telah mempengaruhi target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Wilayah Binaan (Wilbin) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Darussalam Aceh Besar. Kondisi tersebut memaksa petani kawasan tersebut untuk memulai musim tanam pada akhir Januari tahun ini.
"Seyogyanya penananam musim rendeng sudah selesai di awal Januari 2026 ini, dengan target tanam pada November 2025 lalu. Tetapi karena kondisi sawah masih kering kala itu dan kemudian pada awal Desember langsung hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan lahan sawah banjir total dan benih yang sedang siap tanam hancur semua," ujar Mantri Tani Darussalam, Khaidir SP saat meninjau kondisi sawah di Gampong Lamreh, Darussalam, Kamis (8/1/2026).
Ia mengatakan musim tanam (MT) Rendeng di Darussalam sesuai luas baku sawah (LBS) yaitu 756 hektar, sementara yang baru tanam seluas 167 hektar. "Berdasarkan pantauan kami, saat ini yang telah melakukan penanaman baru seluas 167 hektar, sementara yang lainnya diakhir bulan ini," kata Penyuluh Pertanian itu.
Sementara itu, Kejereun Blang Gampong Cot Kecamatan Darussalam, Yusrijal mengatakan beberapa titik jalur irigasi yang akses airnya masih terganggu. "Saluran irigasi ada yang sudah tertutup oleh pembangunan sehingga Keujeruen Blang tidak bisa melakukan pembersihan dan kontrol untuk meminimalisir banjir luapan Krueng Kalee," katanya.
Para petani didaerah tersebut meniti harapan agar kondisi ekstrim ini bisa berangsur pulih supaya bisa terus melakukan penanaman sesuai target dan tidak ada lagi hambatan lainnya untuk mencapai target panen sebelum Ramadhan tahun ini.(**)
Mantri Tani Darussalam, Khaidir SP saat meninjau kondisi sawah di Gampong Lamreh, Darussalam, Kamis (8/1/2026).
FOTO/MC ACEH BESAR
Mantri Tani Darussalam, Khaidir SP bersama Petani saat membuat aliran air sawah di Gampong Lamreh, Darussalam, Kamis (8/1/2026).
FOTO/MC ACEH BESAR



Tidak ada komentar:
Posting Komentar