Aceh Tamiang_Harian-RI.com
Dosen Pendidikan Geografi Universitas Samudra melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Penguatan Flood Preparedness Berbasis Pengetahuan Lokal melalui Jalur Evakuasi di SMA Negeri 1 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lingkungan sekolah pada 6 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana (PRB) berbasis satuan pendidikan.
Kegiatan ini diketuai oleh Lailissa'adah, M.Si, bersama tim dosen Pendidikan Geografi. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Aceh Tamiang yang secara morfologi didominasi dataran rendah dan wilayah aliran sungai, sehingga memiliki kerentanan terhadap banjir musiman, terutama saat curah hujan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen melaksanakan sosialisasi mengenai karakteristik banjir, pola genangan, sistem peringatan dini, serta prosedur evakuasi yang sistematis dan terstruktur. Tidak hanya pendekatan teoritis, kegiatan ini juga mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat setempat—seperti tanda-tanda alam sebelum banjir dan pengalaman kejadian terdahulu—ke dalam perencanaan jalur evakuasi sekolah.
“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan mengetahui definisi bencana, tetapi harus diwujudkan dalam sistem yang operasional. Sekolah perlu memiliki jalur evakuasi yang jelas, rambu yang terlihat, serta titik kumpul yang aman dan teridentifikasi,” ujar Lailissa’adah dalam pemaparannya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini menghasilkan output konkret berupa pemasangan rambu jalur evakuasi di titik-titik strategis sekolah, termasuk koridor kelas, akses tangga, dan pintu keluar utama. Rambu dipasang dengan mempertimbangkan visibilitas, arah pergerakan siswa, serta potensi hambatan saat kondisi darurat.
Tim juga menetapkan satu titik kumpul (assembly point) di area terbuka yang relatif lebih tinggi dan aman dari potensi genangan air. Penentuan lokasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi topografi mikro lingkungan sekolah dan analisis aksesibilitas seluruh warga sekolah agar proses evakuasi dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Kepala SMA Negeri 1 Manyak Payed menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditetapkan memberikan kepastian prosedural jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat. “Sekarang kami memiliki panduan yang lebih jelas dan terstruktur. Ini sangat membantu sekolah dalam membangun budaya sadar bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan diskusi interaktif dengan siswa mengenai peran generasi muda dalam mitigasi bencana. Para siswa diberikan pemahaman bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau pihak sekolah semata.
Sebagai tindak lanjut, tim dosen mendorong pihak sekolah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi banjir dan melaksanakan simulasi secara berkala agar sistem yang telah dibangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar fungsional saat dibutuhkan.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026 ini, Dosen Pendidikan Geografi Universitas Samudra menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat berbasis pendidikan. Model kesiapsiagaan banjir berbasis pengetahuan lokal dan jalur evakuasi ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di wilayah rawan banjir, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar