Bengkulu_Harian-RI.com
13 Februari 2026 Harian Ri.com.Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara – Masyarakat Desa Malakoni mengungkapkan kekecewaan mendalam akibat keterlambatan distribusi pupuk pada musim tanam padi tahun ini. Pupuk baru didatangkan setelah padi berumur dua bulan, saat tanaman sudah menunjukkan tanda-tanda kekuningan yang mengindikasikan kurangnya pemupukan tepat waktu.
Kondisi ini menyebabkan puluhan petani, sekitar 30 warga Desa Malakoni, mengalami kerugian besar karena gagal panen. Mereka harus menanggung kerugian hingga jutaan rupiah akibat kurangnya perhatian dari penyuplai bahan pupuk yang tidak tepat waktu.
Salah satu warga yang ditemui di tengah sawah menuturkan kekecewaannya kepada pemerintah. Ia menilai program pertanian yang dijalankan seperti hanya setengah jadi, karena tidak berlanjut sampai tahap pemupukan dan panen yang optimal.”Haldi salaku petani mengungkapkan kekecewaanya” kami sangat kecewa kepada penyuplai pupuknya pak,sehingga padi yang kmi tanam menguning kurang pupuk, sudah di pastikan gagal panen,kalau sudah begini sama siapa kami minta ganti rugi pak”ujarnya
Masyarakat Desa Malakoni berharap pemerintah segera menindaklanjuti permasalahan ini agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, sehingga mereka menginginkan perhatian dan dukungan yang lebih serius dalam program pertanian di wilayah mereka.
(AN/HK)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar