London_Harian-RI.com
Pengusaha properti Inggris keturunan Muslim, Asif Aziz, kembali menjadi sorotan publik setelah pengembangan fasilitas ruang ibadah bagi umat Muslim di kawasan Trocadero, pusat kota London. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya menyediakan akses ibadah di area komersial yang padat aktivitas.
Aziz, yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik Criterion Capital, merupakan salah satu pemilik portofolio properti besar di kawasan West End. Ia mengakuisisi kompleks hiburan bersejarah London Trocadero dan kemudian mengembangkan ruang salat yang dikenal sebagai “Piccadilly Prayer Space”.
Latar Belakang Penyediaan Fasilitas Ibadah
Menurut berbagai laporan media Inggris, kebutuhan akan ruang ibadah di pusat kota menjadi perhatian karena banyak pekerja dan wisatawan Muslim kesulitan menemukan tempat salat yang memadai di kawasan komersial. Pengembangan fasilitas ini disebut sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut.
Meski beredar narasi di media sosial yang mengaitkan proyek ini dengan pengalaman pribadi Aziz terkait penolakan beribadah di sebuah hotel, tidak semua laporan independen mengonfirmasi detail kejadian tersebut secara spesifik. Pihak terkait lebih menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen inklusivitas dan pelayanan publik.
Proses Perizinan dan Tanggapan Publik
Rencana pembangunan ruang ibadah sempat melalui proses perizinan dan konsultasi publik yang cukup panjang dengan otoritas lokal, termasuk Westminster City Council. Seperti proyek pembangunan lainnya di pusat kota, usulan ini memunculkan beragam tanggapan — mulai dari dukungan atas penyediaan fasilitas keagamaan hingga kekhawatiran sebagian pihak terkait dampak tata ruang.
Setelah melalui penyesuaian desain dan persyaratan administratif, proyek tersebut memperoleh persetujuan dan kini beroperasi melayani jamaah.
Kapasitas dan Fungsi Sosial
Ruang ibadah di kompleks Trocadero dirancang untuk menampung ratusan orang dan terbuka bagi pekerja, pengunjung, serta wisatawan. Selain fungsi keagamaan, fasilitas ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat keberagaman dan toleransi di ruang publik London.
Melalui kegiatan filantropi yang dijalankan lewat Aziz Foundation, Aziz juga dikenal aktif mendukung program pendidikan dan pengembangan komunitas.
Perspektif Lebih Luas
Pengamat menilai pengembangan fasilitas ibadah di kawasan komersial mencerminkan dinamika kota global yang semakin beragam. Di sisi lain, dialog antara pengembang, pemerintah, dan masyarakat tetap menjadi kunci agar kebutuhan berbagai kelompok dapat terakomodasi secara seimbang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar