Pidie_Harian-RI.com
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie mulai melakukan survei lapangan terkait rencana penanganan abrasi atau ablasi sungai di kawasan Krueng D.I Baroe Raya dan Krueng Reubee, Gampong Tanjong, Kemukiman Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Sabtu (17/1/2026).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dan kunjungan langsung anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia asal Aceh, Irmawan, yang sebelumnya meninjau kondisi ablasi sungai yang dinilai mengancam permukiman serta lahan pertanian warga.
Tim PUPR Kabupaten Pidie bersama tim konsultan turun langsung ke lokasi guna mengidentifikasi sejumlah titik rawan yang membutuhkan penanganan prioritas.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Munawar AR Ngoh Wan, menyampaikan bahwa terdapat dua titik utama yang menjadi fokus dalam peninjauan tersebut.
“Dalam peninjauan kemarin, kami melihat langsung dua titik bersama tim konsultan yang dibawa oleh tim PUPR Kabupaten Pidie,” ujarnya.
Ia menjelaskan, percepatan langkah penanganan juga didorong oleh dukungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pidie (DPRK) yang telah mengalokasikan dukungan anggaran untuk penanganan ablasi di wilayah tersebut.
Ngoh Wan turut mengapresiasi langkah kolaboratif Pemerintah Kabupaten Pidie dalam merespons persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk penyusunan dokumen pendukung, seperti Detail Engineering Design (DED/DID), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta dokumen teknis lainnya sebagai prasyarat pelaksanaan penanganan.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemkab Pidie yang telah menganggarkan biaya penyusunan DID, Amdal, dan dokumen teknis lainnya,” katanya.
Selain dukungan pemerintah dan legislatif, ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, terutama dalam mendukung kelengkapan administrasi dari perangkat desa, pemerintah daerah, serta pihak terkait.
Dalam kesempatan itu, Ngoh Wan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Gampong Reubee dan para anggota DPRK Pidie yang aktif memperjuangkan penganggaran penanganan ablasi, termasuk melalui skema pembiayaan APBN.
Ia berharap penanganan ablasi di Krueng Reubee dapat segera direalisasikan guna mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut serta melindungi keselamatan dan sumber penghidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Survei lapangan tersebut turut dihadiri anggota DPRK Pidie dari Fraksi PKB, Zulfazli, Ketua DPC PKB Pidie Yusri, serta tokoh masyarakat Reubee, Jafar Insya Reube.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar