Teheran_Harian-RI.com
Garda Revolusi Islam Republik Islam Iran menyampaikan pernyataan resmi terkait wafatnya Pemimpin Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang dinyatakan syahid pada bulan suci Ramadan.
Dalam pernyataan yang diawali dengan ayat suci Al-Qur’an, “Dan jangan kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; mereka hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki,” pihak Garda Revolusi menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan tertinggi atas kepergian pemimpin yang mereka sebut sebagai ulama agung dan tokoh sentral Revolusi Islam.
Garda Revolusi menilai sosok Ayatollah Khamenei sebagai pemimpin yang memiliki kesucian jiwa, keteguhan iman, kebijaksanaan, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka menyebut kesyahidan tersebut sebagai bentuk pengabdian tertinggi dalam perjuangan membela Islam dan Iran.
Dalam pernyataan itu juga ditegaskan bahwa wafatnya sang pemimpin tidak akan menghentikan arah dan perjuangan Revolusi Islam, melainkan justru memperkuat tekad dan persatuan rakyat Iran untuk melanjutkan jalan yang telah dirintis.
Garda Revolusi menegaskan komitmennya bersama angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan Pasukan Mobilisasi Populer (Basij) untuk tetap menjaga stabilitas nasional serta mempertahankan warisan perjuangan yang telah dibangun.
Di akhir pernyataan, masyarakat Iran diajak untuk menunjukkan solidaritas dan persatuan nasional sebagai bentuk penghormatan sekaligus komitmen dalam menjaga ketahanan bangsa.
Pernyataan ini menjadi sikap resmi Garda Revolusi Islam dalam merespons peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan tekad mereka untuk melanjutkan arah perjuangan Republik Islam Iran.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar