Delapan Bulan Pascabencana, Sejumlah Warga Lubok Pusaka Masih Bertahan di Tenda Darurat
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Delapan Bulan Pascabencana, Sejumlah Warga Lubok Pusaka Masih Bertahan di Tenda Darurat

    Dimas ( Redaksi )
    28 Juni 2026, 6/28/2026 10:15:00 PM WIB Last Updated 2026-06-28T15:15:13Z



    Aceh Utara_Harian-RI.com

    Hampir delapan bulan sejak bencana alam melanda Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada akhir tahun 2025, sejumlah warga hingga kini masih belum mendapatkan tempat tinggal yang layak.


    Salah satunya adalah **Fitriah Andriyani**, yang bersama suami dan dua anaknya masih bertahan hidup di dalam tenda darurat bantuan Kementerian Sosial. Hingga Minggu, 28 Juni 2026, keluarga tersebut belum dapat menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap).


    Berdasarkan pantauan **Media Harian RI** di Dusun Bidari, Desa Lubok Pusaka, masih terdapat beberapa keluarga korban bencana yang terpaksa tinggal di tenda darurat dengan berbagai keterbatasan. Kondisi ini sangat berbeda dengan sebagian warga lainnya yang telah menempati Huntara yang disediakan pemerintah.


    Selama berbulan-bulan tinggal di tenda, para penyintas harus menghadapi cuaca yang tidak menentu, ruang tinggal yang sempit, serta minimnya fasilitas yang memadai. Situasi tersebut menjadi tantangan berat, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak.


    Geuchik Desa Lubok Pusaka, **Janni**, menjelaskan bahwa warga yang masih tinggal di tenda merupakan bagian dari data susulan tahap kedua sehingga belum memperoleh alokasi Huntara.


    > "Mereka masuk dalam data susulan tahap kedua sehingga belum mendapatkan alokasi Huntara. Bisa dikatakan mereka masih berstatus *KK gantung*. Memang benar hingga saat ini masih ada warga korban bencana yang terpaksa tinggal di tenda darurat karena belum memperoleh unit hunian sementara di gampong kami," ujarnya.


    Selain persoalan hunian, Janni juga mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan **Dana Tunggu Hunian (DTH)** belum sepenuhnya diterima masyarakat terdampak.


    > "Masih ada sekitar 93 kepala keluarga yang belum menerima Dana Tunggu Hunian. Kami juga sangat berharap pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dapat dipercepat. Sebagai perbandingan, di desa tetangga, Desa Bukit Linteng, progres pembangunan Huntap sudah mencapai sekitar 70 persen," katanya.


    Tidak hanya itu, bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak juga dinilai belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.


    > "Dana bantuan JADUB maupun program pemulihan ekonomi hingga saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh warga korban. Padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena kondisi ekonomi masyarakat pascabencana masih sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tambah Janni.


    Atas kondisi tersebut, Pemerintah Desa Lubok Pusaka berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat mempercepat seluruh proses penyaluran bantuan, baik berupa hunian sementara, hunian tetap, Dana Tunggu Hunian, maupun program pemulihan ekonomi.


    > "Kami memohon perhatian pemerintah agar percepatan penyaluran seluruh bantuan bagi warga korban bencana di Desa Lubok Pusaka dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara layak," pungkasnya.


    Warga berharap proses pemulihan pascabencana tidak berlarut-larut. Mereka mendambakan kepastian tempat tinggal yang layak serta dukungan pemerintah agar dapat kembali membangun kehidupan dan memulihkan kondisi ekonomi keluarga setelah musibah yang mereka alami.


    **(Sofyan RI)**

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Delapan Bulan Pascabencana, Sejumlah Warga Lubok Pusaka Masih Bertahan di Tenda Darurat

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer