Harian-RI.com
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberlakukan moratorium (penghentian sementara) pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis baru, yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuan Utama: Langkah ini dilakukan sebagai upaya efisiensi anggaran dan pemerataan jangkauan penerima manfaat, bukan sekadar memeratakan jumlah dapur di setiap daerah.
Status Saat Ini: Terdapat lebih dari 27 ribu dapur yang sudah beroperasi. BGN akan melakukan evaluasi terhadap dapur yang sudah ada untuk memastikan efisiensi sebelum memutuskan pembangunan baru.
Fokus ke Depan: Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BGN akan memprioritaskan perluasan program ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) karena saat ini pembangunan dapur masih menumpuk di kawasan aglomerasi.
Poin-Poin Penting Strategi BGN
Aspek Penjelasan
Anggaran Anggaran dipangkas menjadi Rp268 triliun; BGN terus melakukan penghematan tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat.
Evaluasi BGN akan membenahi dapur yang ada, termasuk peningkatan standar SPPG serta pelatihan SDM.
Kolaborasi Melibatkan Kemendikdasmen dan Kemendukbangga untuk melakukan pemetaan kebutuhan yang lebih akurat.
Wilayah 3T Akan menerapkan alternatif skema pelaksanaan agar distribusi makanan ke daerah terpencil tidak membebani APBN secara berlebihan.
Kepala BGN, Nanik S Deyang, belum merinci durasi pasti masa moratorium ini, namun memastikan kebijakan berjalan secepatnya untuk memastikan seluruh anak-anak tetap mendapatkan haknya dengan pola distribusi yang lebih efisien.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar