BANDA ACEH_Harian-RI.com
Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, meminta kepada seluruh pihak, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas, untuk senantiasa menghormati dan menjaga wibawa kepemimpinan Mualem sebagai Gubernur Aceh yang sah.
Beliau menegaskan, Mualem adalah pemimpin yang telah dipercaya oleh rakyat Aceh melalui proses yang sah dan demokratis. Menghormati kepemimpinannya bukan sekadar menghormati pribadi beliau, melainkan menghormati kedaulatan rakyat yang telah memberikan mandat, serta menjaga kestabilan pemerintahan yang bertujuan membawa Aceh menuju kemajuan yang Islami, adil, dan sejahtera.
"Kami meminta kepada semua elemen masyarakat: mari kita hormati kepemimpinan Mualem. Perbedaan pandangan memang boleh ada, dan kritik yang membangun sangatlah diperlukan. Namun, janganlah perbedaan itu dijadikan alasan untuk meruntuhkan wibawa kepemimpinan yang sah, apalagi dengan cara-cara yang tidak konstitusional," ujar Subki Mohammad Bintang.
PBA juga mengingatkan, gangguan terhadap kepemimpinan yang sah akan berdampak langsung pada terhambatnya pelaksanaan program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan rakyat. Ketika pimpinan terus-menerus diganggu, maka yang dirugikan pada akhirnya adalah rakyat itu sendiri.
Jika ada keberatan, usulan, atau koreksi terhadap jalannya pemerintahan, saluran yang tepat adalah melalui dialog yang santun, jalur konstitusional, dan musyawarah untuk mufakat — bukan dengan cara yang memecah belah persatuan.
"Marilah kita dukung dan doakan agar kepemimpinan Mualem senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki bersama. Keutuhan dan kemajuan Aceh adalah tanggung jawab kita semua," tegas beliau.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar