HASILNYA TIDAK ADA, SEMUA BANTUAN DATANG DARI LUAR Masyarakat Bertanya, Perangkat Desa Marah Alias Menghindar Dari Warga? Sejak Kapan Uang Desa Menjadi Harta Warisan Oknum Tertentu
Harian-RI.com
Gampong Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur_
Data dan Fakta di Lapangan
Pagu Dana Desa 2026: Rp 275.857.000 "Sudah 100% tapih kegiatan tidak terlihat di lapangan
Laporan: Semua sudah terealisasi "Semua pemulihan pasca bencana dikerjakan TNI, Polri, Pemerintah Pusat/Provinsi & Relawan — BUKAN dari Dana Desa,
Status Desa: MAJU sejak 2016 " Warga belum merasakan perubahan nyata
Warga minta penjelasan "Perangkat desa tidak senang alias marah, dan menghindar, tidak mau bertemu
_Pasca bencana alam yang melanda Seuneubok Saboh, berikut kenyataan yang terlihat jelas di mata warga_
Pembersihan Lumpur & Jalan → Dikerjakan personel TNI + alat berat — bukan Dana Desa
Sumur Bor & Air Bersih → Pemerintah Pusat/Provinsi + Polres Aceh Timur — bukan Dana Desa
Pembersihan Masjid → Dilakukan TNI — sementara Keuchik mengambil Rp 19.000.000 uang kas pemuda atas alasan ini, pekerjaan tidak dilakukan, uang tidak dikembalikan
Penanggulangan Bencana Rp 30.000.000 → Sudah tercatat cair dan habis di dokumen, sama sekali tidak digunakan untuk pemulihan warga
Hunian Sementara (Huntara) 49 Unit + perlengkapan → Pemerintah — kipas, lampu, makanan, pakaian semua dari luar
Revitalisasi PAUD Mardhatillah Rp 513.000.000 → Bantuan pemerintah — bukan dari Dana Desa
KESIMPULAN WARGA: Dana Desa Rp 275 juta sudah 100% ditarik dan dilaporkan selesai, tapi hasilnya tidak terlihat satu pun. Semua yang terlihat di desa justru bantuan dari pihak lain. Ini pembohongan besar di atas kertas negara.
_Yang semakin memperkuat dugaan warga_
"Setiap kali warga bertanya ke mana dana itu pergi, perangkat desa justru marah dan menghindar. Seakan uang itu milik pribadi mereka, bukan uang rakyat yang dikirim pemerintah pusat untuk membangun desa."
Jika benar, mengapa takut ditanya?
Jika pekerjaan ada, mengapa tidak bisa ditunjukkan?
Jika dana terpakai, di mana bukti kuitansinya
Pertanyaan Nilai
1 Dana Penanggulangan Bencana — ke mana sebenarnya digunakan? Rp 30.000.000
2 Uang kas pemuda diambil Keuchik, tidak ada pekerjaan, tidak dikembalikan? Rp 19.000.000
3 Pos anggaran tidak terlaksana tapi sudah ditarik dan dilaporkan selesai? ± Rp 99.000.000+
4.Sisa anggaran lain yang tidak terlihat hasilnya tapi sudah 100% cair? Rp 275.857.000 total
_Kepada Bupati Aceh Timur, Inspektorat, BPK, Kejaksaan Negeri Idi, dan Kapolres Aceh Timur_
Lakukan pemeriksaan mendadak sekarang juga — jangan beri tahu sebelumnya, langsung turun ke Seuneubok Saboh
Panggil Keuchik, Sekdes, dan Bendahara secara terpisah, bandingkan jawabannya
Verifikasi setiap rupiah dengan bukti fisik dan kuitansi asli — jangan hanya percaya dokumen yang diserahkan ke kantor
Telusuri aliran dana Penanggulangan Bencana & uang pemuda — ini prioritas utama
Pastikan tahun 2027 tidak terulang — perbaiki sistem pengawasan, berikan akses informasi kepada warga
Lindungi warga yang berani bicara kebenaran — jangan biarkan ada intimidasi saat warga mengawasi uang mereka sendiri
"Bencana alam sudah cukup berat bagi kami. Jangan biarkan ada yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan rakyat. Uang rakyat bukan tabungan pribadi perangkat desa. Itu amanah — dan amanah harus dipertanggungjawabkan secara terbuka."
"Kami tidak menuduh. Kami meminta bukti. Jika tidak bisa ditunjukkan — kembalikan uang itu ke kas desa, proses sesuai hukum, dan jangan biarkan ini terjadi lagi di tahun depan."
_Sebarkan berita ini, karena yang benar tidak perlu ditakuti. Semakin banyak yang tahu, semakin sulit kebenaran ditutupi_
— Masyarakat Gampong Seuneubok Saboh
Pemuda Peneliti Kebijakan & Tim Pengontrol Publik
Harian RI com
Mengawal Kebenaran & Keadilan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar