BKKBN Beri Perhatian Khusus Gayo Lues, Kabupaten dengan Prevalensi Stunting Tertinggi di Aceh
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    BKKBN Beri Perhatian Khusus Gayo Lues, Kabupaten dengan Prevalensi Stunting Tertinggi di Aceh

    Dimas ( Redaksi )
    15 Januari 2023, 1/15/2023 01:25:00 PM WIB Last Updated 2023-01-15T06:25:47Z

    Blangkejeren_Harian-RI.com
    Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Gayo Lues yang merupakan daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Aceh.

    Dalam rangkaian kunjungan kerja percepatan penurunan stunting di Provinsi Aceh yang merupakan satu dari 12 provinsi prioritas, Hasto Wardoyo berdialog dengan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) se-Kabupaten Gayo Lues, Jumat (13/01/2023) di aula kantor Pemkab Gayo Lues.

    Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting Gayo Lues 42,9 persen. Prevalensi stunting di kabupaten berjuluk Seribu Bukit tertinggi dibandingkan 22 kabupaten dan kota lain di Aceh. Prevalensi stunting Provinsi Aceh rata-rata adalah 33,2 persen.

    Pejabat (Pj) Bupati yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah dalam pertemuan mengatakan Pemkab Gayo Lues telah melakukan berbagai upaya mempercepat turunkan stunting, seperti melaksanakan Rembuk Stunting dan melakukan Audit Kasus Stunting. 

    Kendati demikian Irwansyah mengatakan ada kendala yang menyebabkan stunting di kabupaten yang berada di kaki Gunung Leuser ini punya prevalensi stunting tinggi. "Kendalanya terkait pola pikir masyarakat terhadap pola asuh dan pemberian asupan makanan. Tingkat pendidikan juga masih rendah," ujar Irwansyah.

    Menurut Irwansyah, angka pernikahan dini di daerah berhawa sejuk dan kerap ditutupi kabut ini juga tinggi dan tingkat kemiskinan yang juga tinggi.

    "Mungkin, apa yang telah kami lakukan ini belum tepat untuk menurunkan stunting. Karena itu kami memohon arahan dan bimbingan untuk menurunkan stunting di Kabupaten Gayo Lues," ujar Irwansyah.

    Pertemuan yang berlangsung di aula Pemkab Gayo Lues, hadir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Gayo Lues, Komandan Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Inf. Krismanto, S.Pd, Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues Ismail Fahmi, SH, Kasatreskrim Polres Gayo Lues Kompol K. Pangaribuan, serta penyuluh KB dan Tim Penggerak PKK. Hadir juga Tim Pendamping Keluarga dan perwakilan Bidan.

    Dalam dialog dan arahan percepatan penurunan stunting itu, Hasto Wardoyo didampingi Direktur Bina Akses Pelayanan KB dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak dr. Irma Ardiana, MAPS., Direktur Analisis Dampak Kependudukan Dr. Faharuddin , S.St., M.Si, Penyuluh KB Utama ir. Siti Fathonah, MPH, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd.

    Dalam arahannya, Hasto mengatakan agar Pemkab Gayo Lues memprioritaskan keluarga-keluarga muda dalam upaya mempercepat penurunan stunting dan mencegah lahirnya bayi-bayi stunting yang baru. Hasto juga menjelaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sebab generasi saat ini akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia.

    “Keluarga muda harus jadi prioritas dalam percepatan penurunan stunting, sesuai arahan dan pesan Bapak Presiden. Karena itu pendampingan terhadap keluarga-keluarga muda di Gayo Lues harus jadi prioritas utama,” kata Hasto.

    Hasto juga megatakan bahaya dari pernikahan muda dan kehamilan di usia remaja. Karena itu, untuk mengatasi pernikahan di usia muda maka Pemkab Gayo Lues harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah, kantor Kementerian Agama, dan para ulama.

    Hasto optimistis, Kabupaten Gayo Lues mampu menurunkan stunting. “Saya optimistis, Kabupaten Gayo ini mampu menurunkan stunting. Kabupaten Gayo Lues adalah lumbung pangan. Maka dengan mengubah pola pikir dan perilaku dari masyarakat, maka stunting bisa diturunkan dan bisa dicegah lahirnya bayi-bayi stunting baru,” jelas Hasto seraya menyebutkan pentingnya meningkatkan kualitas sumber pangan padi berupa fortifikasi penanaman padi di sawah.

    Kabupaten Gayo Lues berpenduduk 101.061 jiwa. Dari 11 kecamatan dan 148 desa atau gampong, penduduk paling banyak tinggal di Kecamatan Blangkejeren yang merupakan ibukota Kabupaten Gayo Lues.
    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • BKKBN Beri Perhatian Khusus Gayo Lues, Kabupaten dengan Prevalensi Stunting Tertinggi di Aceh

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer