Masyarakat Petani Gagal Turun Ke Sawah di 9 Kecamatan Dalam Kab. Aceh Utara Akhirnya Mengadu Ke Presiden Melalui Surat Terbuka
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Masyarakat Petani Gagal Turun Ke Sawah di 9 Kecamatan Dalam Kab. Aceh Utara Akhirnya Mengadu Ke Presiden Melalui Surat Terbuka

    Dimas ( Redaksi )
    24 Juli 2023, 7/24/2023 11:21:00 AM WIB Last Updated 2023-07-24T04:21:00Z



    Aceh Utara_Harian-RI.com - Terbengkalai pembangunan Waduk Krueng Pase yang terjadi selama tiga tahun belakangan ini, membuat para Petani di sembilan Kecamatan di Aceh Utara gagal turun ke Sawah Saluran irigasi induk Waduk Krueng Pase Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara tidak kunjung selesai di bangun, bahkan Rekanan atau kontraktor yang membangun Waduk ini telah hengkang meninggalkan pekerjaan Pembangunan Waduk tersebut, kepada Media ini, Minggu 23Juli 2023.


    masyarakat dari sembilan kecamatan ini, sudah menjadi pasrah menunggu kapan selesainya dibangun Waduk Krueng Pase ini, untuk keberlanjutan Pembangunan Waduk Krueng Pase masyarakat telah mengusul kepada Bupati Aceh Utara dan ke Gubernur Provinsi Aceh, namun sampai hari tidak ada Respon Pemerintah Provinsi maupun Pemeritah Kabubapen Aceh Utara, Masyarakat Petani di Sembilan (9) Kecamatan kehabisan kesabarannya yang akhirnya masyarakat melalui tokoh/rekan pemmerhati Petani Terpiadi melayangkan Surat Terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan bunyi suratnya sebagai berikut…


    Kepada Yth.

    Bapak Presiden Republik Indonesia

    Ir. H. Joko Widodo

    Di

    Jakarta

    Dengan hormat,

    Semoga Bapak Presiden selalu amanah, adil serta mendapatkan ridha Allah Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin NKRI.


    Dari Samudra Pasai sebuah negeri kecil yang pernah berdaulat di Aceh Utara, Nanggrou Aceh Darussalam yang pernah dikunjungi oleh Ibnu Batutah dan Marcopolo dalam pengembaraannya, izinkan kami menulis surat terbuka kepada Bapak Presiden melaporkan tentang sebuah irigasi yang telah hancur yaitu “IRIGASI KRUENG PASE”


    Irigasi Krueng Pase terletak di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, berjarak +- 20 KM dari Kota Lhoksukon.


    Bendung ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1931 ketika Indonesia belum merdeka, dengan memafaatkan sumber air dari sungai Krueng Pase. Irigasi Krueng Pase ini melayani mencapai 8922 Ha. sawah, yang berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No.14/PRT/M/2015 merupakan tanggungjawab dan wewenang pemerintah pusat ( <3000 Ha.). Areal yang diairi oleh irigasi ini meliputi 9 Kecamatan yang berada dalam wilayah 8 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dan satu Kecamatan di Kota Lhokseumawe.


    Akibat besaran debit air dan bencana alam banjir yang terjadi pada tanggal 24 April 2008, bendung irigasi Krueng Pase mengalami kerusakan berat dan patah, hal ini dikarenakan faktor umur konstruksi yang sudah cukup tua dan kurangnya perawatan pada saat itu, serta dampak dari bencana gempabumi pada tanggal 26 Desember 2004 yang mempengaruhi kestabilan konstruksi sehingga mengakibatkan kerugian petani sawah yang tidak dapat menanam padi selama tiga (3) tahun lebih atau enam (6) kali musim tanam.


    Dalam rangka mendukung swasembada dan kedaulatan pangan nasional, kami masyarakat Pasai, Kabupaten Aceh Utara mengharapkan Bapak Presiden Republik Indonesia menaruh perhatian khusus untuk pembangunan Irigasi Krueng Pase tersebut.


    Hingga saat ini lanjutan pembangunan belum terlaksana dan pemerintah daerah Kabupaten Aceh Utara maupun pemerintah daerah , Propinsi Aceh belum mampu menanggulanginya.


    Saat ini akibat gagal panen yang terus menerus karena ketiadaan air irigasi mengakibatkan masyarakat di 9 Kecamatan yaitu Kec. Meurah Mulia, Kec. Samudera, Kec. Tanah Pasir, Kec. Syamtalira Aron, Kec. Nibong, Kec. Tanah Luas, Kec. Matangkuli, Kec. Syamtalira Bayu di wilayah Aceh Utara dan Kec. Blang Mangat di wilayah Kota Lhokseumawe sudah mulai terancam kelaparan.


    Untuk ini sangat dibutuhkan perhatian khusus Bapak Presiden, agar pembangunan bendung irigasi Krueng Pase menjadi prioritas agar dapat segera berfungsi kembali, sehingga meningkatnya intensitas tanam, meningkatnya produktifitas panen, meningkatnya pendapatan masyarakat petani, terciptanya pertumbuhan ekonomi dan tercapainya swasembada pangan daerah yang mendukung kedaulatan pangan nasional.


    Demikian surat terbuka ini kami layangkan agar terketuk hati pemerintah Republik Indonesia untuk segera menyelesaikan persoalan irigasi Krueng Pase dan mencegah kelaparan masyarakat yang sudah didepan mata. Demikan di akhir Suratnya. Terpiadi A. Majid Warga Pasai, rekan petani.


    Siwah.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Masyarakat Petani Gagal Turun Ke Sawah di 9 Kecamatan Dalam Kab. Aceh Utara Akhirnya Mengadu Ke Presiden Melalui Surat Terbuka

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer