Rakyat Kemana berlindung, semua pemegang pemegang pedang sudah tidak empati lagi mengelilingi Noda Hitam catatan
Masyarakat menampak wajahnya dengan agak amarah, Apa yang didapat di kutip dari penglihatan dan pendengaran, serta yang dirasakan???
Apa,,,,, ???
Rakyat kuatir akan turun hujan dicampur angin puting beliung, Kemana untuk menghindari malapetaka itu besar besaran dlm dugaan miring negatif tingginya dan fakta keluhan rakyat tidak pernah mulus di terima dari pemangku pemangku jubah sumpah jabatannya.
Rakyat pinggiran pelosok desa yang masih hidup digaris kemiskinan, masih terpikirkan kah itu oleh mereka mereka??
Tidak tertutup kemungkinan tanda curah hujan sudah menunjukkan, Pokoknya marah lah rakyat.
Membalas susu dengan air Tuba dan pak lurah serta kroninya masih tetap dalam pikiran prinsip mereka, masih menganggap Emas padahal sudah Api
Api semakin menyulut pro dan kontra, masih mampu kah satpol PP mengawasinya, menundanya??
Jutaan penduduk dari sabang sampai merauke, dimana mana bermasalah mempersoalkan kejujuran dengan kebohongan, rakyat sudah mencatat,hanya gara gara ragu tidak percaya, harus stanfas pihak pemegang hukum sekitar ribuan dan hancur, rusak lah dan menuggu kematian jutaan warga hanya ribuan penguasa.
Takdir kah ini atau suratan tangan indonesia???
Jika buah mentah belum masak tampuknya busuk pasti jatuh apalagi buah yang mongkol pasti jatuh sebelum matang dan sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga (Kata orang tua tua pendahulu dari kita), Ujar Bp Pendy dari pengalaman hidupnya menyatakan pada awak media 26/8/23 baru baru ditempat nya Tugas disalah satu kota
Jujur kita,tambah Bp Pendy secara panjang lebar mengutarakan dari kulitnya tanpa membuka isinya buah kelapa itu, rupanya di dalam buah kelapa yg siap di kupas kulitnya dan di belah ada tersimpan sebuah Mutiara dan bahan itu sangat banyak ingin mengikat menyimpan mutiaranya.
Namun di dua sisi lain catatan demokrasi itu membuat membuka intinya, sehingga seisi mutiara itu dibedah bedah
Jujur saja kita berbicara dengan ikhlas tanpa ongkos
Sudah rawan cukup rawan dan rekayasa ini,npuncak pemegang kuasa, pilot nya mulai menampakkan kebolehan kekuasaan pada rakyatnya
Rebutan merebut mutiara itu awal dan akhir buah semangka ditanam di desa ,buah nya dinikmati sampai ke segala penjuru
Tandasnya dengan penuh semestinya untuk menanamkan ke generasi muda sebagai anak bangsa dan untuk mampu memperbaiki desanya ke depan
Agar ancaman bahaya terlepas dari rakyat awam rakyat miskin (Petani, buruh dan nelayan) Hak politik nya dari akal sehat hampir nyaris di belenggu dengan cara memasung
Hal hal seperti inikita rakyat harus cepat tanggap cukup rawan tanah, rawan suap sogok menyogok, rawan hukum, rawan politik rawan narkoba rawan dan ini sudah terjadi
Yang perlu bagaimana ke depannya???
Harus pro rakyat , pikiran dlm situasi hari ini , dipaksa kita banyak membuat ramuan ramuan obat mujarab ,kondisi ini tidak mencerminkan lagi kehidupan sebagai negeri hukum yang penh jutaan undang undang pp dan inpres kepres semua sudah tidak layak lagi di pertahankan oleh rakusnya dan buta mata dan telinga tidak berfungsi untuk rakyat,hanya memihak produk penguasa Lagi penhujung pernyataan inisebagai orang tua.
Meninggalkan pesan pesan kepada ksum generasi muda,penerus anak bangsa ,120 thn lg dimana cucu kita ? Logika pendek saja 78 thn + 120 thn=198+ 2023=thn 2213 lah,atau hrus 12 orang lagi silih berganti lurah nya,blum lg kroninya
Pertanyaan :Sepaham kah lurah yg akan melanjutkn proyek memperkaya hutang rakyat ini??
Atau 90 thn ,boleh hutang itu dibayarkan?
Masalah ini bukan masalah biasa ,penipuan biasa bukan ini nasional
Bisa saja benarnya salah di pihak lain,bisa saja salahya tidak benaran
Seme tsra tanah desa cukup kaya raya,namun rakyatnya melarat
Tak usah dulu kita bnding banding desa lain, ini ditambah lg ksus kasus lain yg juga rawan dan sdah terungkap,bhkn sdah di tahan
Semua untuk satu ,satu untuk semua
Hingga pndapat ini diuraikan dan dikirimkan ke meja redaksi
Pesan ini,sepele tak perlu galau,namun rakyat miskin,rakyat jelata ,rakyat susah ,di rawani kotak pengkotikan pecah belah seolah tdk berbudaya Adat dan Agama ,dirasa oleh orang desa
Sebagai anak bangsa,generasi penerus,
Semangat terus,jangan lelah,jangan lg rakyat ada menderita ,
Mari kita saling berdoa kpada Tuhan yg maha Esa,
Agar di berikan petunjuk untuk cinta perdamaian



Tidak ada komentar:
Posting Komentar