Masyarakat luas di dalam mmpergunakan ponselnya,disana ada tercantum kata dan kalimat: apa yang anda pikirkan
Dan ada lg kata kata:Suka-komentar - bagikan
Sungguh kemajuan sangat pesat sekali di zaman moderenisasi,semamin komplex dari zamsn dulu ke zaman yg akan datang,pokoknya semakin mundur ,
Mundurnya akhlak,etika,dan sopan santun,.mundurnya akibat tdk becusnya pak lurah dan kroninya mengurusinya,tambah hari tambah pikiran ,bhkan semakin kejahatan merajalela,mulus tanpa hambatan apa pun,
Sering dan pernsh masyarakat melihst setiap kunjungan mereka mereka pemegang tampuk kekuasaan,mereka itu selal pakai kacamata hitam?
Coba amati dan renungkn dan camkan
Pakai kacamata hitam,arti nya,penambah pertanda ke egoisan,coba perhstikan,dgn secara seksama,agar wajah nya tanpan dan tdk bisa dilihat publik gerak gerik bola mata,dan alisnya,
Ujar sumber Bp Pendy baru baru ini pd awak medya 23/8/23
Itu tujuam utama nya
Apalg semasa ber pidato ,menjual dagangannya ,agar lebih menyakinkan ,semua pernyataan sumber ini masuk akal tanpa rekayasa ,tanpa kebohongan dan pahit tdk manis
Masyarakat hrus cepat sadar ,untuk itu stas dsgangannya biar laku laris manis,kita akui pula ksta ksta itu tak punya tulang dan tak terbatas
Dari zaman dahulu pun akar masalah timbul dsri kata bohong,kepalsuan penuh
Matematika politiknya,apalg di tshun politik saat ini,sering berjualan lewst medsos jarang langsung ke bawah cukup tim dan foto ditabur di pohon pohon pinggir jalan umum
Pintar membagi dan pintar mengalikan dsn menambahkn serta mengurangkan,semua itu pakai kalkulstor politik,..masih pernyataan masyarakat dgn enggan menyebutkn identitasnya
Amati lah dgn waspd,dgn penuh seksama,peristiwa memanipulatif,seakan akan sdah ada pegangan jaminan atas kata kata itu,apali pakai umbul spanduk,disana juga tercantum : Demi rakyat,kami adalah pelayan,parhobas rakyat dan siap menjadi perobahan,
Tanpa kontra kerja secsra tertulis,diatas meterai
Disinilah rakyat awam,tertipu bulat,konyol
Perbincangan ini cukup menyita waktu,tensga,pikiran,atau timnya paling bangga,
So ketua!!!!
Seperti itu ,tidak tahu bahu nya dipijak biar sampai ke atas,rakyat sebsgai tongkat nya,akibst wanipironya
Guru kencing berdiri,murid kncing berlari
Siapa lagi yg mau dipercaya mengelola rumah oleh lurah??
Sedang pkerja rohani pun sudah pkerjaa badaniah dilakukan dengan menjual ayat ayat kotbah,
Pernah kita baca,di medsos seorag pendeta memecat umatnya mksud untuk memonopoli keuangan pkerjan rohani mersngkap jasmani,umst yg dipecat nya selaku jbatan bendshara gereja,
Lalu siapa lg dipercsya lmbags pak lurah kita itu?
Kepolisian ,mahkamah agung,BPN,apalg ??
Tambah bp Pendy senada dgn reka nya yg tdk bersedia disebutkn identitasnya,pokoknya tdk ada lg dipercaya
Termsuk rmah tangga yg cerai,tdk mengingat akad nikahnya di muka pendeta,kawin cerai tdk ada lagi sehati,satu pikiran dan tdk saling mengerti hak dan kewsjiban dlm rumah tangga,terpaksa cerai hidup
Biar lah air susu dibalas dgn air tuba ujsrnya
Hingga saat ,hari ini,semakin panasnya para konplik kpntingan
Jarang dibicarakan tentang rakyat agar masyarakat lepas beban dari pnderitaan yg semakin parah
Jika tdk lg generasi bertindak ,dgn positif mau kemana lg lurah dan kroni semakin menghisap darah warganya???
Miskin harta,miskin ilmu hanya mmbahas koalisi yg merugikn pengikutnya,
Tahukah penguasa koalisi itu jelas merugikan pengikutnya
Tdk ksh lbh baik koalisi itu di ceraikan?
Kenapa tdk berani mandiri ??
Justru rakyat sudah muak melihat perangai ,dan akhlak,perilaku
Yg selalu melanggar kepstutan kepatutan normatif adst dan normatf agama????
Kata akhir dari sumber yg peduli akan peristiwa peristiwa yg sudah di depan kehancuran,jahatnya yg tersembunyi dgn berlindung dibalik sumpah dan Tupoksi nya
Lupa ,lalai untuk keselamatan besar rakyat nya
Pesan ini bukn dongeng semata,tapi sdh di depan mata dan menunggu waktu meletus,krn sdh gersang hati rakyat
Tuhan ampuni lah pemegang kekuasaan Negeri dan jadikan kami seluruhnya ber balik kehadspan mu
Generasi kami lihat lah ,pungkas sumber ,
Selamat kan rakyat ini



Tidak ada komentar:
Posting Komentar