Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata kata, Tinggi gunung seribu janji lain di bibir lain di hati
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata kata, Tinggi gunung seribu janji lain di bibir lain di hati

    Dimas ( Redaksi )
    24 Agustus 2023, 8/24/2023 08:11:00 PM WIB Last Updated 2023-08-24T13:11:35Z





        


    Masyarakat luas di dalam mmpergunakan ponselnya,disana ada tercantum kata dan kalimat: apa yang anda pikirkan

    Dan ada lg kata kata:Suka-komentar - bagikan

    Sungguh kemajuan sangat pesat sekali di zaman moderenisasi,semamin komplex dari zamsn dulu ke zaman yg akan datang,pokoknya semakin mundur ,

    Mundurnya akhlak,etika,dan sopan santun,.mundurnya akibat tdk becusnya pak lurah dan kroninya mengurusinya,tambah hari tambah pikiran ,bhkan semakin kejahatan merajalela,mulus tanpa hambatan apa pun,

    Sering dan pernsh masyarakat melihst setiap kunjungan mereka mereka pemegang tampuk kekuasaan,mereka itu selal pakai kacamata hitam?

    Coba amati dan renungkn dan camkan

    Pakai kacamata hitam,arti nya,penambah pertanda ke egoisan,coba perhstikan,dgn secara seksama,agar wajah nya tanpan dan tdk bisa dilihat publik gerak gerik bola mata,dan alisnya,

    Ujar sumber Bp Pendy baru baru ini pd awak medya 23/8/23

    Itu tujuam utama nya

    Apalg semasa ber pidato ,menjual dagangannya ,agar lebih menyakinkan ,semua pernyataan sumber ini masuk akal tanpa rekayasa ,tanpa kebohongan dan pahit tdk manis

    Masyarakat hrus cepat sadar ,untuk itu stas dsgangannya biar laku laris manis,kita akui pula ksta ksta itu tak punya tulang dan tak terbatas 

    Dari zaman dahulu pun akar masalah timbul dsri kata bohong,kepalsuan penuh

    Matematika politiknya,apalg di tshun politik saat ini,sering berjualan lewst medsos jarang langsung ke bawah cukup tim dan foto ditabur di pohon pohon pinggir jalan umum

    Pintar membagi dan pintar mengalikan dsn menambahkn serta mengurangkan,semua itu pakai kalkulstor politik,..masih pernyataan masyarakat dgn enggan menyebutkn identitasnya

    Amati lah dgn waspd,dgn penuh seksama,peristiwa memanipulatif,seakan akan sdah ada pegangan jaminan atas kata kata itu,apali pakai umbul spanduk,disana juga tercantum : Demi rakyat,kami adalah pelayan,parhobas rakyat dan siap menjadi perobahan,

    Tanpa kontra kerja secsra tertulis,diatas meterai

    Disinilah rakyat awam,tertipu bulat,konyol 

    Perbincangan ini cukup menyita waktu,tensga,pikiran,atau timnya paling bangga,

    So ketua!!!!

    Seperti itu ,tidak tahu  bahu nya dipijak biar sampai ke atas,rakyat sebsgai tongkat nya,akibst wanipironya

    Guru kencing berdiri,murid kncing berlari

       Siapa lagi yg mau dipercaya mengelola rumah oleh lurah??

       Sedang pkerja rohani pun sudah pkerjaa badaniah dilakukan  dengan menjual ayat ayat kotbah,

    Pernah kita baca,di medsos seorag pendeta memecat umatnya mksud untuk memonopoli keuangan pkerjan rohani mersngkap jasmani,umst yg dipecat nya selaku jbatan bendshara gereja,

    Lalu siapa lg dipercsya lmbags pak lurah kita itu?

    Kepolisian ,mahkamah agung,BPN,apalg ??

    Tambah bp Pendy senada dgn reka nya yg tdk bersedia disebutkn identitasnya,pokoknya tdk ada lg dipercaya

    Termsuk rmah tangga yg cerai,tdk mengingat akad nikahnya di muka pendeta,kawin cerai tdk ada lagi sehati,satu pikiran dan tdk saling mengerti hak dan kewsjiban dlm rumah tangga,terpaksa cerai hidup

    Biar lah air susu dibalas dgn air tuba ujsrnya

    Hingga saat ,hari ini,semakin panasnya para konplik kpntingan

    Jarang dibicarakan tentang rakyat agar masyarakat lepas beban dari pnderitaan yg semakin parah 

    Jika tdk lg generasi  bertindak ,dgn positif  mau kemana lg lurah dan kroni semakin menghisap darah warganya???

    Miskin harta,miskin ilmu  hanya mmbahas koalisi yg merugikn pengikutnya,

    Tahukah penguasa koalisi itu  jelas merugikan pengikutnya

    Tdk ksh lbh baik koalisi itu di ceraikan?

    Kenapa tdk berani   mandiri ??

    Justru rakyat sudah muak melihat perangai ,dan akhlak,perilaku

    Yg selalu melanggar kepstutan kepatutan normatif adst dan normatf agama????

    Kata akhir dari sumber yg peduli akan peristiwa peristiwa yg sudah di depan kehancuran,jahatnya yg tersembunyi dgn berlindung dibalik sumpah dan Tupoksi  nya

    Lupa ,lalai untuk keselamatan besar rakyat nya

    Pesan ini bukn dongeng semata,tapi sdh di depan mata dan menunggu waktu meletus,krn sdh gersang hati rakyat

    Tuhan ampuni lah pemegang kekuasaan Negeri dan jadikan kami seluruhnya ber balik kehadspan mu

    Generasi kami lihat lah ,pungkas sumber ,

    Selamat kan rakyat ini

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata kata, Tinggi gunung seribu janji lain di bibir lain di hati

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer