e-TikBroh.YAK dan FMIPA fisika USK Perkuat Pemberdayaan Warga Pascabencana melalui Filter Air Sederhana dan Program Psikososial Anak
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    e-TikBroh.YAK dan FMIPA fisika USK Perkuat Pemberdayaan Warga Pascabencana melalui Filter Air Sederhana dan Program Psikososial Anak

    Dimas ( Redaksi )
    6 Januari 2026, 1/06/2026 04:04:00 PM WIB Last Updated 2026-01-06T09:04:16Z

     



    Aceh Utara_Harian-RI.com

    Pidie Jaya, 6 Januari 2026 — Sivitas Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) bersama platform digital lingkungan e-TikBroh.YAK, aplikasi jemput antar sampah, berkolaborasi dalam gerakan pemulihan masyarakat terdampak bencana SENYAR Aceh pada 3–4 Januari 2026. Program ini menjangkau Desa Lhok Puuk Kecamatan Seunuddon dan Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, serta beberapa gampong di Kabupaten Pidie Jaya, wilayah yang dalam satu bulan terakhir mengalami kerusakan ratusan sumur akibat tertimbun pasir, lumpur, dan material banjir.


    Berdasarkan asesmen Satgas USK, krisis utama yang dihadapi warga adalah terputusnya akses air bersih. Banyak keluarga masih mengandalkan air permukaan yang keruh dan belum layak konsumsi, sementara jaringan PDAM belum pulih sepenuhnya. Atas dasar itu, tim Fisika FMIPA mengusung solusi teknologi tepat guna berupa filter air sederhana model “Rakita” yang dapat dirakit dari bahan lokal seperti pipa PVC, pasir silika, kerikil, dan karbon aktif. Pendekatan ini dipilih agar masyarakat memperoleh kemampuan teknis jangka panjang, sejalan dengan semangat pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.


    Donasi dari jejaring mitra USK dan komunitas lintas daerah diwujudkan dalam bentuk 50 unit paket filter Rakita skala rumah tangga, perlengkapan dapur seperti panci dan kuali, kebutuhan kebersihan dapur berupa sabun cuci dan alat pendukung lainnya, serta bantuan spiritual berupa Al-Qur’an dan sarung. Turut disalurkan pula nasi siap saji hasil kerja sama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian USK dan Satgas Bencana USK, dukungan pangan segar 50 kilogram cabai dari komunitas Kyoto-Aceh dan Alumni Sakura Change Program, serta logistik pendamping dari Rumah Amal USK. Seluruh bantuan disalurkan langsung kepada keluarga prioritas seperti rumah dengan balita, lansia, dan anak sekolah.


    Selain distribusi bantuan, tim juga melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan dan perakitan filter air di meunasah desa. Puluhan pemuda dan ibu rumah tangga dilibatkan untuk mencoba sendiri proses penyusunan media penyaring, pengukuran debit, dan cara perawatan alat. Pada waktu yang sama digelar program psikososial bersama anak-anak Desa Lhok Puuk melalui aktivitas bermain edukatif yang difasilitasi relawan USK. Anak-anak diajak menceritakan pengalaman bencana, menggambar rumah impian, serta permainan sains sederhana agar mereka kembali merasa aman dan diperhatikan.


    Koordinator kegiatan, Rizanna Rosemary, menegaskan bahwa bantuan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

    “Sejak SENYAR Aceh terjadi, kami melihat langsung bagaimana sumur menjadi sumber masalah sekaligus harapan. Karena itu Fisika FMIPA ingin hadir dengan ilmu yang kami miliki. Filter Rakita sangat sederhana dan murah, satu paket bisa dipakai bertahun-tahun bila dirawat. Insya Allah warga tidak lagi harus membeli air galon mahal atau mengambil air sungai yang belum aman,” ujar Rizanna.


    Ia menjelaskan bahwa keterlibatan e-TikBroh.YAK memperluas daya jangkau gerakan.

    “Komunikasi digital melalui e-TikBroh.YAK menghubungkan kepedulian banyak pihak: pengguna aplikasi, komunitas diaspora, hingga mitra perguruan tinggi. Data kebutuhan warga kami himpun, lalu donasi kami konversi menjadi barang yang paling mendesak, terutama air bersih dan pemulihan anak. Ini contoh bahwa inovasi platform lingkungan dapat bertransformasi menjadi platform kemanusiaan,” tambahnya.


    Rizanna juga menyampaikan bahwa program ini akan terus berlanjut.

    “Kegiatan dua hari ini bukan akhir. Satgas dan Fisika FMIPA sedang memetakan desa lain di Aceh Utara dan Pidie Jaya. Insya Allah kami akan menjangkau setiap gampong yang masih kesulitan air. Kami ingin bantuan menjadi gerakan bersama, bukan kerja satu lembaga saja,” katanya.


    Perwakilan FMIPA USK menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan mitra yang terlibat, termasuk IPB, THP Fakultas Pertanian USK, Satgas Bencana USK, komunitas Kyoto-Aceh, alumni program Sakura Change, serta Rumah Amal USK. Kolaborasi antaruniversitas ini dinilai penting karena pemulihan SENYAR memerlukan pendekatan multipihak: teknologi air bersih, pangan, kebersihan dapur, dan dukungan psikologis anak.


    Program ini diharapkan dapat mendorong pemenuhan kebutuhan dasar secara lebih mandiri, memperkuat literasi sains warga, sekaligus memberi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bersemangat.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • e-TikBroh.YAK dan FMIPA fisika USK Perkuat Pemberdayaan Warga Pascabencana melalui Filter Air Sederhana dan Program Psikososial Anak

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer