Aceh Tamiang_Harian-RI.com
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Samudra melaksanakan kegiatan Aksi Tanggap Bencana melalui optimalisasi fungsi drainase di lingkungan SMA Negeri 3 Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Februari 2026, sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam upaya mitigasi bencana banjir di lingkungan sekolah.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Rima Meilita Sari, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim terdiri dari 3 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Samudra Muhammad Akram Al Farisy, Khaira Sufina, dan Sindiy Amay Rella. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi saluran drainase sekolah yang mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah, yang berpotensi meningkatkan risiko genangan air dan banjir saat musim hujan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembersihan saluran air/drainase di lingkungan sekolah, aksi bersih-bersih halaman sekolah, serta edukasi kepada warga sekolah mengenai fungsi dan pentingnya drainase sebagai bagian dari mitigasi bencana banjir di masa mendatang. Edukasi ini disampaikan secara komunikatif kepada siswa dan guru, dengan menekankan bahwa drainase yang terawat merupakan salah satu upaya sederhana namun efektif dalam mengurangi risiko banjir, genangan air, dan dampak lingkungan lainnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian dibantu beberapa warga sekolah melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air/drainase di sejumlah titik strategis di lingkungan SMA Negeri 3 Manyak Payed seperti di halaman depan sekolah dan di kantin. Endapan lumpur, sampah plastik, serta material sisa banjir yang menghambat aliran air dibersihkan secara menyeluruh guna mengembalikan fungsi drainase agar mampu mengalirkan air secara optimal, terutama saat intensitas hujan tinggi. Hal ini juga merupakan bagian dari mitigasi bencana banjir kedepan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif bersama pihak sekolah dengan melibatkan guru dan siswa, sehingga menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Ketua tim, Dr. Rima Meilita Sari, menyampaikan bahwa optimalisasi drainase bukan hanya berdampak pada aspek fisik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya melihat langsung praktik menjaga lingkungan, tetapi juga memahami bahwa drainase memiliki peran penting dalam mencegah banjir dan menjaga keberlanjutan lingkungan sekolah,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga sekolah agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan keberlanjutan sistem drainase. Dengan keterlibatan aktif siswa dan guru, upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab individu tertentu, tetapi menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah.
Pihak SMA Negeri 3 Manyak Payed menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi Universitas Samudra dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan aman dari risiko bencana. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi pemicu keberlanjutan program serupa serta meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Samudra menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan dan kebencanaan di masyarakat.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar