Aceh Tenggara_Harian-RI.com
Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi jalur lintas yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara setelah terdampak banjir dan longsor. Sejumlah ruas jalan sebelumnya sempat terputus akibat material longsoran yang menutup badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalur kini sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, sisa material banjir dan tanah longsor masih terlihat di beberapa titik, sehingga proses pembersihan dan perbaikan terus dilakukan.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, sejumlah alat berat dan personel dikerahkan, termasuk di kawasan wisata Lawe Gurah, Kecamatan Ketambe. Di lokasi tersebut, akses jalan sempat terputus akibat longsor yang menimbun badan jalan.
Pengawas Pelaksana Lapangan dari Hutama Karya, Rizky Renaldi, menjelaskan bahwa pihaknya membuka jalur alternatif guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Perbaikan difokuskan pada akses yang sebelumnya berada di dekat tebing dan berisiko. Jalur dialihkan sementara untuk memastikan keamanan,” ujarnya.
Pengalihan jalur sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut dikerjakan dengan bantuan ekskavator dan vibro roller. Proses ini ditargetkan selesai secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalan secara aman dan nyaman.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana di wilayah Sumatera.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah membuka akses jalan agar distribusi bantuan dan mobilisasi peralatan dapat berjalan lancar. Kementerian Pekerjaan Umum juga terus menambah dukungan alat berat dan personel, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemerintah daerah.
“Fokus utama adalah memastikan akses darat terbuka. Dukungan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Data dari Kementerian PU mencatat terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta menyebabkan 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi pengisian agregat dan pengaspalan jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), penutupan longsoran dengan terpal, hingga penimbunan dan pemadatan ulang badan jalan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar