Banda Aceh_Harian-RI.com
Gubernur Aceh Muzakir Manaf memproyeksikan jumlah penduduk miskin di Tanah Rencong akan kembali meningkat setelah sempat ditekan mencapai 12,23 persen pada Maret 2025. Berita Lokal
"Namun diproyeksikan akan mengalami kenaikan kembali akibat banjir di 18 kabupaten/kota," kata Muzakir Manaf dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh yang dibacakan dalam rapat paripurna DPRA, Senin (6/4/2026).
Bencana hydrometeorology yang melanda Aceh memang membawa dampak yang demikian parah, merusak infrastruktur hingga perekonomian masyarakat. Tak sedikit masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat dihantam bencana tersebut.
Sebelumnya, kata Muzakir Manaf, dalam rangka membantu masyarakat miskin, pada 2025 Pemerintah Aceh telah membangun rumah layak huni sebanyak 1.457 unit.
Bencana hidrometeorologi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Aceh. Gangguan tersebut menyebabkan penurunan produksi pertanian akibat gagal panen, kerusakan perkebunan dan hortikultura, serta terganggunya aktivitas industri. Selain itu, kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, dan jaringan listrik turut menghambat konektivitas dan mobilitas barang serta jasa.Teknologi berita Aceh
Kondisi ini berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Meski demikian, proses pemulihan mulai berjalan melalui penyaluran bantuan pemerintah, dukungan masyarakat, serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur secara bertahap.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa pada Triwulan IV-2025, ekonomi Aceh mengalami kontraksi sebesar 0,05 persen (q-to-q). Sementara itu, jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2024, perekonomian Aceh juga terkontraksi 1,61 persen (y-on-y).
Perlambatan ini tidak terlepas dari menurunnya aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat, terutama akibat gangguan cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun. Sementara itu, secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Aceh tumbuh sebesar 2,97 persen, melambat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 4,66 persen."



Tidak ada komentar:
Posting Komentar