Banda Aceh_Harian-RI.com
Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah politik dan peradaban Islam paling kuat di Nusantara. Dalam perjalanan sejarah tersebut, Bendera Alam Peudeung dikenal sebagai panji Kesultanan Aceh Darussalam yang digunakan sejak masa awal berdirinya kesultanan dan berkembang luas pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Bendera ini berciri dasar merah dengan lambang bulan sabit, bintang, dan sebilah pedang berwarna putih sebagai simbol keberanian, keadilan, dan kekuatan Kesultanan Aceh.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Leuser Antara, Said Ahmad, menyatakan bahwa Bendera Alam Peudeung merupakan simbol sejarah yang memiliki legitimasi budaya dan historis sebagai identitas masyarakat Aceh.
"Bendera Alam Peudeung bukanlah simbol yang lahir dari dinamika politik modern, melainkan bagian dari warisan Kesultanan Aceh Darussalam yang telah dikenal selama berabad-abad. Simbol ini mencerminkan kejayaan, persatuan, dan kedaulatan Aceh pada masa lalu."
Sejumlah kajian sejarah menyebutkan bahwa panji Alam Peudeung telah digunakan sejak perkembangan awal Kesultanan Aceh pada abad ke-15 hingga ke-16, kemudian menjadi simbol resmi Kesultanan Aceh sampai berakhirnya perang Aceh melawan kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Dalam berbagai tradisi adat Aceh, Alam Peudeung juga masih dikibarkan sebagai simbol pelestarian sejarah dan kebesaran Kesultanan Aceh Darussalam.
Menurut Said Ahmad, masyarakat Aceh membutuhkan simbol yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat berdasarkan sejarah bersama.
"Kami memandang Alam Peudeung memiliki nilai sejarah yang dapat diterima sebagai identitas budaya Aceh. Simbol ini menjadi pengingat bahwa Aceh pernah berdiri sebagai kerajaan besar yang disegani di kawasan Asia Tenggara."
Kami juga mengingatkan agar pembahasan mengenai simbol daerah tidak lagi menjadi ruang polarisasi politik.
"Kami berharap tidak ada lagi penggunaan simbol-simbol yang menimbulkan perdebatan politik berkepanjangan. Sudah saatnya masyarakat Aceh mengedepankan simbol yang berakar pada sejarah dan kebudayaan sehingga dapat menjadi perekat persatuan seluruh rakyat Aceh."
Bagi Aliansi ini, menjaga warisan sejarah merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Melestarikan Alam Peudeung bukan berarti menghidupkan romantisme politik masa lalu, tetapi menghormati sejarah dan kebudayaan Aceh sebagai bagian dari khazanah bangsa Indonesia."
Kami mengajak seluruh tokoh adat, akademisi, sejarawan, pemerintah, dan masyarakat Aceh untuk membangun dialog yang objektif berdasarkan fakta sejarah sehingga identitas Aceh dapat menjadi kekuatan pemersatu bagi generasi mendatang.
Said Ahmad
Koordinator
Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh Leuser Antara
Referensi sejarah
1. Flags of the Aceh Sultanate – membahas sejarah Alam sebagai panji Kesultanan Aceh Darussalam sejak abad ke-16 hingga berakhirnya Perang Aceh.
2. Flags of Aceh – mengulas perkembangan bendera Aceh, termasuk Alam Peudeung sebagai simbol historis Kesultanan Aceh.
3. H.M. Zainuddin, Tarich Atjeh dan Nusantara (1961), salah satu rujukan klasik mengenai sejarah Aceh yang juga menjadi referensi berbagai kajian tentang Alam Peudeung.
4. Berita ANTARA Aceh mengenai pengibaran Alam Peudeung sebagai simbol pelestarian sejarah Kesultanan Aceh oleh pewaris kerajaan di Aceh Jaya.(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar