MEKKAH AL-MUKARRAMAH_Harian-RI.com
Sejumlah jamaah haji asal Indonesia mengeluhkan kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Cuaca yang berbeda dengan Indonesia, ditambah pola makan yang dinilai kurang sesuai dengan selera jamaah, disebut menjadi faktor yang memicu gangguan kesehatan, terutama batuk dan kelelahan fisik. Rabu (10/6/2026).
Para jamaah mengaku serangan batuk yang muncul, terutama pada malam hari, membuat kondisi tubuh menurun dan mengganggu waktu istirahat. Perbedaan suhu dan cuaca antara Arab Saudi dan Indonesia dinilai cukup berdampak terhadap daya tahan tubuh jamaah.
Dokter spesialis anestesi, Febri, menjelaskan bahwa gangguan batuk yang dialami jamaah haji merupakan hal yang umum terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.
“Perbedaan suhu antara Arab Saudi dan Indonesia membuat tubuh harus beradaptasi. Kondisi udara yang panas dan kering dapat memicu iritasi saluran pernapasan sehingga jamaah lebih mudah mengalami batuk,” ujarnya.
Ia mengimbau para jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta mencukupi waktu istirahat selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Salah seorang jamaah asal Medan, Borro Siagian, mengaku kecewa terhadap kondisi kesehatan yang dialaminya selama berada di Mekkah.
Menurutnya, batuk yang diderita justru semakin parah, terutama saat malam hari. Selain itu, ia juga mengeluhkan menu makanan yang dianggap kurang sesuai dengan lidah jamaah Indonesia.
“Batuk paling terasa malam hari saat mau istirahat. Makanannya juga banyak minyak dan rasanya kurang cocok, jadi kadang saya tidak makan dan memilih membeli makanan lain,” ungkapnya.
Ia mengaku beberapa jamaah bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makanan yang lebih sesuai dengan selera mereka. Harga makanan di sekitar hotel disebut berkisar 15 Riyal atau sekitar Rp75 ribu per porsi.
Selain makanan, sejumlah jamaah juga mempertanyakan obat-obatan yang diberikan petugas kesehatan. Mereka berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia ke depan dapat ditingkatkan, baik dari sisi kualitas obat, pendampingan medis, maupun penyesuaian terhadap kondisi cuaca di Arab Saudi.
Para jamaah berharap pemerintah, khususnya pihak penyelenggara haji dan umrah, dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan dan konsumsi jamaah agar pelaksanaan ibadah haji ke depan berjalan lebih nyaman.
Mereka menilai kondisi kesehatan yang prima serta asupan makanan yang sesuai sangat penting untuk mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah para tamu Allah di Tanah Suci.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar