Rombongan Distanbun Aceh Kunjungi Kawasan Usaha Terpadu Trans Continent di Gorontalo
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Rombongan Distanbun Aceh Kunjungi Kawasan Usaha Terpadu Trans Continent di Gorontalo

    Dimas ( Redaksi )
    22 Juni 2026, 6/22/2026 04:52:00 PM WIB Last Updated 2026-06-26T09:52:15Z




    GORONTALO_Harian-RI.com

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke kawasan usaha terpadu Trans Continent di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (18/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang diselenggarakan di Gorontalo.

    Rombongan dari Aceh turut dihadiri Mukhlis, Habiburrahman, serta sejumlah staf dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan Dinas Peternakan Aceh. Kehadiran mereka disambut langsung oleh CEO Trans Continent, Ismail Rasyid, beserta jajaran manajemen perusahaan.

    Dalam kesempatan itu, Azanuddin Kurnia menyampaikan bahwa kontingen Aceh yang mengikuti PENAS XVII berjumlah sekitar 200 peserta. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan target awal sekitar 750 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh.

    Menurutnya, penyesuaian jumlah peserta disebabkan oleh berbagai kendala teknis, seperti keterbatasan anggaran, waktu persiapan yang singkat, serta tingginya biaya transportasi dan tiket perjalanan.

    Kunjungan diawali dengan sarapan bersama di kantor Trans Continent, dilanjutkan diskusi mengenai perjalanan dan pengembangan usaha yang dibangun perusahaan tersebut di Gorontalo. Setelah itu, rombongan diajak meninjau berbagai fasilitas usaha yang dikelola secara terpadu.

    Rombongan pertama kali mengunjungi gudang penyimpanan komoditas berkapasitas besar yang digunakan sebagai pusat penyimpanan berbagai hasil produksi sebelum diekspor. Ismail Rasyid menjelaskan bahwa gudang tersebut menjadi salah satu fasilitas utama dalam mendukung aktivitas ekspor perusahaan, termasuk rencana pengiriman komoditas ke Tiongkok pada 23 Juni 2026.

    Selanjutnya, rombongan meninjau kawasan perkebunan yang ditanami kelapa, hijauan pakan ternak, serta berbagai komoditas hortikultura. Lahan seluas sekitar 20 hektare itu dikelola dengan sistem pengembangan komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan nilai ekonominya.

    Tidak hanya sektor pertanian, rombongan juga melihat langsung unit peternakan sapi yang memiliki kapasitas hingga 500 ekor. Fasilitas tersebut masih dalam tahap pengembangan, meski sebagian besar kandang telah selesai dibangun. Di kawasan yang sama juga terdapat kolam perikanan, alat berat, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang menunjang operasional usaha.

    Usai melakukan peninjauan, Azanuddin Kurnia mengaku terkesan dengan konsep pengelolaan kawasan usaha terpadu yang diterapkan Trans Continent. Menurutnya, integrasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan merupakan contoh nyata pengelolaan usaha modern yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

    "Kami sangat mengapresiasi pengelolaan usaha yang terintegrasi, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan dalam satu kawasan. Model seperti ini menjadi contoh yang sangat baik untuk pengembangan sektor pertanian di Aceh," ujar Azanuddin.

    Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi referensi dalam mendorong pengembangan kawasan pertanian terpadu di Aceh. Menurutnya, Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan dapat berkembang lebih optimal apabila dikelola secara profesional serta berorientasi pada kebutuhan pasar.

    Azanuddin juga mengajak Ismail Rasyid untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan di Aceh melalui transfer pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan investasi. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Menanggapi ajakan tersebut, Ismail Rasyid menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan usaha di berbagai daerah yang memberikan dukungan terhadap dunia usaha. Ia menegaskan bahwa setiap pengembangan bisnis harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku serta melibatkan masyarakat lokal agar memberikan manfaat yang berkelanjutan.

    Terkait Aceh, Ismail menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya demi mendukung kemajuan daerah.

    Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui jamuan sederhana sambil menikmati kelapa muda di area vila yang berada di dalam kompleks usaha Trans Continent.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Rombongan Distanbun Aceh Kunjungi Kawasan Usaha Terpadu Trans Continent di Gorontalo

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer