BANDA ACEH_Harian-RI.com
Pemulihan sawah yang terdampak bencana menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.
Percepatan rehabilitasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, serta dukungan sarana produksi akan mempercepat kembalinya aktivitas tanam dan meminimalkan potensi penurunan hasil panen.
jalan usaha tani (JUT) 106 unit dengan anggaran Rp11,6 miliar, realisasi keuangannya sudah 31 persen.
"Secara total, seluruh kegiatan tersebut sudah tercapai realisasi keuangan sebesar 48,48 persen hingga 21 Juli 2026," ujarnya.
Nurlis menambahkan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya memulihkan kondisi lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di seluruh wilayah terdampak.
Karena itu, diinstruksikan kepada Distanbun Aceh untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan rakyat khususnya petani yang terdampak bencana. Serta, selalu membangun dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak.
“Baik itu dengan Kementan, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh program berjalan sesuai target



Tidak ada komentar:
Posting Komentar