HUT ke-14 IWO Bengkulu: Di Tengah Banjir Informasi, Akurasi dan Etika Tetap Jadi Panglima
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    HUT ke-14 IWO Bengkulu: Di Tengah Banjir Informasi, Akurasi dan Etika Tetap Jadi Panglima

    Dimas ( Redaksi )
    14 Agustus 2026, 8/14/2026 10:31:00 PM WIB Last Updated 2026-08-14T15:31:41Z



    BENGKULU_Harian-RI.com

    Informasi kini bergerak tanpa batas. Dalam hitungan detik, sebuah peristiwa dapat tersebar luas melalui berbagai platform digital dan menjangkau ribuan hingga jutaan orang.


    Namun, di tengah tuntutan untuk menjadi yang tercepat, dunia jurnalistik menghadapi tantangan yang tidak kalah penting: memastikan informasi yang disampaikan benar, berimbang, kredibel, dan tetap berpegang pada etika.


    Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) di Bengkulu, Jumat (14/8/2026). Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk memperkuat profesionalisme di tengah perubahan besar lanskap media digital.


    Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menegaskan bahwa kecepatan tidak boleh mengalahkan prinsip dasar jurnalistik.


    Saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu, Khairil mengatakan setiap informasi yang dipublikasikan harus tetap melalui proses jurnalistik yang benar agar masyarakat memperoleh berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.


    “Kecepatan dalam penyampaian informasi di era digital harus selaras dengan informasi yang benar, berimbang, dapat dipercaya, serta tetap mengedepankan etika jurnalistik,” kata Khairil Anwar.


    Menurut Khairil, perkembangan teknologi informasi telah membawa banyak kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa semakin cepatnya peredaran informasi yang belum terverifikasi.


    Salah satunya adalah hoaks. Informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya dapat menyebar luas dalam waktu singkat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


    Dalam kondisi tersebut, kata Khairil, keberadaan pers profesional menjadi semakin penting. Media tidak hanya dituntut mampu menyajikan informasi dengan cepat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik.


    “Pers memiliki posisi strategis dalam memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat. Karena itu, media diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi informasi agar masyarakat tidak mudah percaya maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.


    Khairil juga menilai persoalan penyebaran hoaks tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Pemerintah, insan pers, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya perlu membangun kerja sama untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.


    Peringatan HUT ke-14 IWO menjadi momentum bagi organisasi wartawan online tersebut untuk kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pemberitaan dan kepercayaan publik.


    Ketua Pengurus Wilayah IWO Bengkulu, Musda Mori, mengatakan IWO akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik, termasuk derasnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi.


    “Kita kembali menyatukan langkah untuk menjadikan IWO lebih baik. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. IWO berkomitmen menyampaikan informasi secara berimbang dan berintegritas,” ujar Musda.


    Ia menegaskan, perubahan teknologi yang melahirkan media online dengan karakter serba cepat harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme wartawan.


    Menurutnya, kecepatan memang menjadi salah satu karakter media digital. Namun, wartawan tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki sumber yang jelas dan telah melalui proses verifikasi.


    “Kepercayaan publik merupakan modal penting bagi media. Karena itu, integritas dan etika profesi harus tetap dijaga,” katanya.


    Musda berharap momentum HUT ke-14 IWO dapat menjadi pengingat bagi seluruh wartawan yang tergabung dalam organisasi tersebut agar terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


    Peringatan HUT ke-14 IWO di Bengkulu turut dihadiri Ketua Umum IWO Dwi Christiano, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu Nelly Allesa, Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu Toni Elfian, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.


    Bagi IWO, peringatan tersebut bukan hanya menjadi ajang memperingati perjalanan organisasi selama 14 tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali tantangan yang dihadapi dunia pers di tengah perubahan teknologi informasi.


    Saat ini, setiap orang memiliki kemampuan untuk memproduksi dan menyebarkan informasi hanya melalui telepon genggam. Kondisi tersebut membuat batas antara informasi personal dan informasi publik semakin mudah beririsan.


    Di tengah situasi itu, jurnalisme profesional memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang telah melalui proses jurnalistik, mulai dari pencarian fakta, verifikasi, keberimbangan hingga penyajian berita yang bertanggung jawab.


    Karena itu, semakin deras arus informasi, semakin besar pula tuntutan terhadap wartawan untuk menjaga akurasi dan integritas.


    HUT ke-14 IWO di Bengkulu pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa kecepatan bukanlah satu-satunya ukuran dalam jurnalistik. Di balik setiap berita terdapat tanggung jawab kepada publik.


    Cepat boleh, tetapi akurasi tetap utama. Informasi boleh bergerak dalam hitungan detik, namun etika dan kebenaran tidak boleh ditinggalkan.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • HUT ke-14 IWO Bengkulu: Di Tengah Banjir Informasi, Akurasi dan Etika Tetap Jadi Panglima

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer