Ketika Rakyat Aceh Dalam Himpitan Ekonomi, Wakil Rakyat Tertidur
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Ketika Rakyat Aceh Dalam Himpitan Ekonomi, Wakil Rakyat Tertidur

    Dimas ( Redaksi )
    24 Agustus 2026, 8/24/2026 08:05:00 AM WIB Last Updated 2026-08-24T01:05:16Z

     


     

    BANDA ACEH_Harian-RI.com

    Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kontras yang sangat menyakitkan antara kenyataan yang dihadapi rakyat dan sikap para wakil rakyat yang seolah-olah tertidur lelap.

     

    Rakyat Aceh saat ini sedang terjepit dalam himpitan ekonomi yang semakin berat. Sawah mengering, petani menjerit, biaya hidup melonjak, dan kesejahteraan belum terasa merata. Dana rehabilitasi dan rekonstruksi yang besar nilainya belum terlihat hasil nyatanya. Di saat rakyat sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar, menafkahi keluarga, dan mempertahankan hidup, justru suara perjuangan mereka seolah tidak sampai ke telinga para wakil yang dipercaya untuk menyuarakannya.

     

    Seolah-olah mereka tertidur. Tertidur di saat rakyat sedang terjepit. Tertidur di saat persoalan menumpuk. Tertidur di saat amanat rakyat seharusnya diperjuangkan setiap hari. Yang terlihat justru sebaliknya: seolah-olah yang dipikirkan bukan lagi nasib rakyat, melainkan kepentingan pribadi dan keuntungan diri sendiri.

     

    Padahal, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh memiliki tugas pokok dan fungsi yang sangat jelas: melahirkan aturan yang melindungi rakyat, mengawal anggaran agar tepat sasaran, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Namun ketika ketiga fungsi ini tidak dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka rakyatlah yang menanggung beban paling berat.

     

    "Bangunlah! Jangan tidur saat rakyat sedang terjepit. Jangan diam saat rakyat sedang menjerit. Mandat yang diberikan rakyat bukan untuk diistirahatkan, melainkan untuk diperjuangkan setiap detiknya," tegas Subki Mohammad Bintang.

     

    PBA mengingatkan, rakyat tidak butuh wakil yang hanya memikirkan kenyamanan dan kepentingan sendiri. Rakyat butuh wakil yang merasakan kesulitan, menyuarakan keluhan, dan berjuang mencari solusi nyata. Jika amanat rakyat hanya dijadikan sarana untuk kepentingan pribadi, maka di mana letak pengabdian dan tanggung jawab yang telah dipercayakan?

     

    "Jangan sampai rakyat menderita, sementara yang mewakili mereka sibuk memikirkan keuntungan sendiri. Kembalilah kepada tugas dan amanah. Karena rakyat sedang menunggu, dan rakyat juga sedang mengawasi," pungkas beliau.

     

     

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Ketika Rakyat Aceh Dalam Himpitan Ekonomi, Wakil Rakyat Tertidur

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer