BANDA ACEH_Harian-RI.com
Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) mendesak Pemerintah Aceh untuk segera menepati dan melaksanakan seluruh janji-janji yang disampaikan pada masa kampanye. Secara khusus, PBA menuntut agar pemerintah benar-benar "pasoe asoe pruet rakyat dan peuget tempat duek yang layak" — memenuhi kebutuhan pangan yang cukup dan menyediakan tempat tinggal yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
PBA mengingatkan, kesejahteraan rakyat tidak boleh sekadar menjadi slogan di atas kertas. Harus ada langkah nyata untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin yang hingga kini belum memiliki hunian yang aman dan pantas untuk ditinggali.
Terkait hal ini, PBA menyampaikan bahwa pada tahun 2025, lembaga ini telah menyerahkan data calon penerima rumah layak huni sebanyak 10 unit per kecamatan di seluruh Aceh kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Aceh. Langkah ini dilakukan agar program perumahan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
"Kesejahteraan adalah hak setiap warga Aceh. Pangan yang cukup dan tempat tinggal yang layak adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh ditunda lagi. Jangan biarkan rakyat masih menderita di tengah kekayaan daerah yang melimpah," tegas Ketua Umum PBA.
Pemerintah diminta segera mengkaji ulang dan menyesuaikan alokasi anggaran, termasuk meninjau kembali besaran biaya pembangunan rumah layak huni yang saat ini sudah tidak relevan dengan kenaikan harga material. Data yang telah diserahkan PBA diharapkan menjadi dasar yang akurat untuk pelaksanaan program, bukan sekadar menjadi arsip tanpa tindak lanjut.
"Janji kampanye adalah utang yang harus dibayar. Sekarang saatnya buktikan dengan kerja nyata: berikan rakyat Aceh makan yang cukup, tempat tinggal yang layak, dan kehidupan yang bermartabat," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar