Dari Pelantikan Menuju Pengabdian: Menanti Kiprah Ketua DPD Yayasan Ampera di Kabupaten Aceh Barat Daya
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Dari Pelantikan Menuju Pengabdian: Menanti Kiprah Ketua DPD Yayasan Ampera di Kabupaten Aceh Barat Daya

    Dimas ( Redaksi )
    12 Oktober 2026, 10/12/2026 07:23:00 PM WIB Last Updated 2026-10-12T12:23:51Z


    Harian-RI.com

    Pelantikan sering dibaca sebagai puncak sebuah proses. Padahal, bagi organisasi sosial-kemasyarakatan, pelantikan justru titik awal. Itulah yang patut kita renungkan dari pelantikan Darwis, S.Pd.I sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yayasan Ampera Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang berlangsung pada 11 Oktober 2026 di Kompleks PKA, Banda Aceh. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Yayasan Ampera, Parhamdi Basyah, S.E.


    Di hadapan pengurus dan undangan, sumpah dan janji telah diucapkan. Namun masyarakat Abdya tentu tidak menilai seseorang dari ucapan di atas panggung, melainkan dari langkah nyata setelah panggung itu ditinggalkan.


    Amanah yang Tidak Ringan


    Abdya adalah daerah dengan potensi besar. Lahan pertanian dan perkebunan yang luas, wilayah pesisir yang kaya, serta masyarakat yang religius dan gotong royong menjadi modal sosial yang berharga. Namun tantangannya juga nyata: kesejahteraan ekonomi yang belum merata, akses pendidikan dan layanan dasar di wilayah pedalaman, serta kebutuhan pemberdayaan bagi kelompok rentan seperti anak yatim, dhuafa, dan keluarga prasejahtera.


    Dalam konteks inilah kehadiran DPD Yayasan Ampera menemukan relevansinya. Yayasan bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen pengabdian. Ketua DPD memikul tugas untuk menerjemahkan visi organisasi di tingkat pusat menjadi program yang menyentuh kehidupan warga di tingkat kabupaten.


    Modal yang Dimiliki


    Latar belakang pendidikan Darwis, S.Pd.I, yang bergelar sarjana pendidikan Islam, memberi harapan tersendiri. Ilmu keagamaan dan pendidikan adalah dua fondasi penting dalam membangun masyarakat Aceh, yang kehidupan sosialnya lekat dengan nilai-nilai Islam. Kepemimpinan yang bertumpu pada keilmuan dan akhlak biasanya lebih mudah memperoleh kepercayaan umat.


    Kepercayaan itulah aset terpenting sebuah yayasan. Ia tidak lahir dari spanduk dan seremoni, tetapi dari konsistensi, keterbukaan, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.


    Harapan untuk Langkah ke Depan


    Ada beberapa hal yang layak dinantikan dari kepemimpinan Ketua DPD yang baru.


    Pertama, konsolidasi internal. Organisasi yang kuat dimulai dari pengurus yang solid, saling percaya, dan memiliki pembagian peran yang jelas. Struktur yang rapi hingga tingkat kecamatan akan memudahkan jangkauan program.


    Kedua, program yang berakar pada kebutuhan lokal. Sebelum merancang kegiatan, pemetaan masalah di lapangan perlu dilakukan. Bantuan sosial, penguatan pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah ruang-ruang pengabdian yang terbuka lebar.


    Ketiga, kemitraan yang sehat. Yayasan tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi dengan pemerintah daerah, dayah, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan lain akan melipatgandakan dampak, selama tetap menjaga independensi dan marwah organisasi.


    Keempat, transparansi dan akuntabilitas. Setiap kegiatan dan penggunaan dana perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka. Inilah yang menjaga nama baik yayasan dalam jangka panjang.


    Dari Janji Menjadi Bukti


    Pelantikan di Banda Aceh telah usai, tetapi ujian sesungguhnya baru dimulai di Abdya. Masyarakat akan melihat apakah kehadiran Yayasan Ampera benar-benar terasa: apakah ada anak yatim yang terbantu, pelajar yang terdorong, atau keluarga miskin yang tertolong.


    Kepada Darwis, S.Pd.I, kita menitipkan harapan agar amanah ini dijalankan dengan ikhlas, kerja keras, dan kerendahan hati. Kepada Ketua Umum, Parhamdi Basyah, S.E, dan jajaran pusat, dukungan dan pembinaan yang konsisten tentu menjadi kunci agar DPD tidak berjalan sendiri.


    Akhirnya, pengabdian tidak diukur dari tebalnya tepuk tangan saat pelantikan, melainkan dari seberapa banyak senyum yang hadir di tengah masyarakat. Semoga kiprah Ketua DPD Yayasan Ampera Abdya kelak menjadi bukti bahwa pelantikan hanyalah gerbang, dan pengabdian adalah perjalanannya.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Dari Pelantikan Menuju Pengabdian: Menanti Kiprah Ketua DPD Yayasan Ampera di Kabupaten Aceh Barat Daya

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer