Banda Aceh_Harian-RI.com
Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia ( MPTT- I ), mengelar acara pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Sufi- II – 2026.
Acara yang bertemakan “ Mengangkat Ajaran Sufi untuk persatuan dan perdamaian ummat “ berlangsung di taman ratu Safiatuddin PKA Banda Aceh, malam Sabtu ( 11-10-2026 ).
Wali Agama Aceh, Abuya syekh, H. Amran Waly AL-Khalidy dalam kata sambutanya menekankan pentingnya seluruh para Alim ulama Sufi seluruh Dunia, jangan terlalu berlebihan mencintai dunia, menurutnya Dunia ini tempat singahan yang kekalnya kehidupan di akrirat nanti.( ujar Abuya Wali ).
Ia meyoroti banyak para oknum Ulama lebih mencntai kehidupan Dunia di bandingkan kehidupan akrirat nanti, di dalam pengajaranya ilmu Fikih yang diutamakan, sedangkan Touhid dan Tasawuf di kesampingkan apalagi Hakikat, padahal kesemua ilmu tersebut merupakan satu paket yang harus kita pelajari dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari ( tuturnya ) .
Sementara PLT, Sekda Aceh, Bpk, Taupik, ST, MSi mewakili pemerintah Aceh, mengharapkan dengan terslenggaranya Muzakarah Internasional Sufi II di Aceh, hendaknya kedepan kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga nama Aceh serambi Mekah di mata Dunia Internasional ( tuturnya ).
Salah satu pimpinan pasangtren yang tidak boleh di tulis Namanya, ketika media minta tanggapan kenapa penganut ajaran Sufi tidak bisa berkembang di Aceh di bandingkan di luar Negeri atau Indonesia pada umunya ?
Lebih lanjut dia menjelaskan dalam tutunan pemahaman Sufi lebih menekankan pendekatan kita kepada sang Khlik,Allah SWT, di mana, kita harus tau siapa kita ? pemilik siapa kita ? dan kemana akhirnya kita ?
Sebangaimana tutunanya dalam Al’ Quran surat AL A’ laa ( yang paling tinggi ) ayat 17, 16, 19, dan kehidupan akhirat yang abadi selama-lamanya, ketika di perdalamkan kajian itu, maka secara otomatsi akan terbuang “ munapik, sombong, angkuh, kikir, bohong, dan lain-lain akan terbentuk dengan sendirinya” tentu para oknum ulama yang kotra dengan itu merasa risih dalam pergerakan politik dakwahnya mereka ( tuturnya).
Suasananya di tempat acaranya menjadikan lautan manusia, pakaianya putih seragam sepetirnya kita berada di Mesjidil haram.mereka larut dengan zikir dan doa yang di pandu langsung oleh Abuya sendiri menambahkan suasananya antosias dan takjud.
Acara tersebut turut di hadiri, seluruh pengurus MPTT-I Kabupaten/Kota seluruh propinsi Aceh, DPRA, DPRK, unsur Muspida, dan tokoh-tokoh masyarakat lainya.
Acara di awali dengan pembacaan ayat suci Al’Quran oleh kariah Internasional, Ibu Yanti Susanti serta selawat Nabi, kegiatan di tutup dengan doa bersama.
Laporan Wartawan : Ir. M a r w a n .



Tidak ada komentar:
Posting Komentar