BANDUNG BARAT_Harian-RI.com - Pemecatan kaur perencanaan ervansyah menuai Sorotan dan kritikan dari berbagai kalangan masyarakat khususnya di kecamatan cipendeuy kabupaten bandung barat.
Menurut kepala desa nanggeleng Oteng Sutisna saat di sambangi jumat ,28/4 mengatakan pemberhentian ervan itu atas dasar dorongan dari tokoh masyarakat karena ervan banyak sekali masalah dan ingin menggulingkan saya selaku kepala desa.
Dalam pencairan uang dana Desa tahun 2022 pun saya tidak pernah dilibatkan karena saya selaku kepala desa baru menjabat .
Tahu tahu uang Dana Desa sudah cair diantaranya dalam proyek sumur bor dalam RAB sumur bor itu anggarannya Rp 54.000.000 untuk satu titik.tapi kenyataannya pembuatan sumur bor itu hanya RP 24.000.000 untuk satu titik.dan uang yang sisanya Rp 27.000.000 diambil oleh ervan ,itu pengakuan dari odas selaku pelaksana kegiatan sumur bor.
Masih menurut kades setelah pembangunan berjalan tiba tiba pihak polsek Cipendeuy memanggil kami begitu pula ervan , kata polsek bahwa toren penampungan air itu seharusnya 2000 liter tetapi yang di terapkan hanya yang 1000 liter .
Kami tidak mau memperpanjang masalah toren di Polsek, karena kata Polsek masalah sumur bor akan dilimpahkan ke pihak Polres, ujarnya.
Sedangkan menurut sumber yang tidak mau ditulis namanya seharusnya kepala Desa itu jangan di open ke masyarakat bahwa dirinya dipanggil polsek masalah sumur bor
Masih menurut sumber selain proyek sumur bor ada uang mobilisasi bantuan keuangan dari pemda Bandung barat tahun 2022 untuk sarana jalan ke masing masing RW dengan nilai Rp 15.000.000 per Rw .dari nilai Rp.15.000.000 tersebut ada uang mobilisasi Rp.700.000/ Rw itu tidak diberikan oleh kades, para ketua RW sekarang Murka.ujarnya
Sedangkan menurut ervansyah sebelum pelaksanaan proyek sumur Bor, telah ada pencairan uang dengan nilai Rp.7.000.000 yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa , uang tersebut sebenarnya untuk HOK dan lain lain, setelah saya tanyakan kepada kepala desa didepan kaur keuangan semuanya tidak ada yang mengaku .
selain itu kepala desa oteng meminta mesin pompa air untuk dipasang di rumahnya.tutur ervansyah
Sedangkan menurut oteng untuk mesin pompa air yang di pasang di rumahnya oteng membenarkan namun saya tidak meminta,katanya
Perlu diketahui menurut Oteng sutisna kasus sumur Bor tidak berhenti sampai dipolsek Cipendeuy , kami menerima panggilan lagi dari Polres cimahi unit Tipikor bahwa berkas pelaksanaan proyek sumur bor akan ditindak lanjuti , karena kami kasihan kepada perangkat Desa , akhirnya kami juga menutup permasalahan melalui pengacara. Ujarnya
( CR)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar