Bahwa suatu Gambar yang Kiliru,dan Membuat kesimpulan yg keliru,yakni Gula,bkn Pasir
Jika kita amati kasus per kasus setiap masalah publik secara seksama dan teliti kita akui semuanya sudah dirapikan dibungkus sebahagian dari kebohongan, baik masalah pelayanan masyarakat setiap instansi jarang di permudah, harus dipersulit bahkan tidak pernah jemput bola
Apalagi kita sebutkan pelayan masyarakat,akan sumpah dan janji, serta gajinya,tetap rakyat jelata, rakyat awam dan yg lemah susah dalam mencari ketulusan, keikhlasannya,lupa hati nurani dan iman yg ada melekat di jabatannya,sebagai penyelenggara Negara,misalkan dalam kemasyarakatan atas hak hak sipil nya,dlm ber negara,dan berbangsa,di landasi dari UUD 1945 ,dan hak hak untuk layak hidup,sehat dan pedidikan serta hak mndapatkn pkerjaan
Keterbukaan informasi publik,masih jauh kenikmatan dirasa oleh masyarakat
Pihaknya masih takut,pelit,dan kikir
Seolah olah pasir pdhal gula,mereka mereka sudah lbh dahulu mmdshului peristiwa itu dilakukan
Kran keterbukaan itu sangat pnting sekali dlm kbutuhan masyarakat
Pokoknya sulit dicapai masyarakst,publik
Membangun desa,bagaimana bisa maju??
Apalg pikiran pikiran feodal dimiliki nya,lihat disekitarmu
Lihat yg kita lihat,alami ,dengar dlm kesengsaraan rakyat,misalkn rakyat masyarakat kecil menengah ke bawah,
Kita bukan sepedapat,krn bukan sependapatan,namun demi demokrasi ,hukum hrus ditegakkan dlm Hati nurani ,semangat dan jiwa hukum
Sengketa pikiran ini yg menjadi awal malapetaka,jika bertahan dlm kekuasaan sehingga rakyat marah
Sebaliknya seperti itu kehendak rakyat dlm mencari berkeadila dlm sengketa hukum,di alami rakyat,publik
Tetap menimbulkn pro da kontra,alasan tdk dapat diterima korban korban pnzoliman hukum,
Sungguh banyak perbadingan ksus ksus dialami rakyat,surat tanah,sertifiket,misalya,dan lain lain
Dimana mana terjadi kongkalikong,sistim masih monopoli,tertutup,jika pun diam diam tapi mereka kerja sama,
Namun pada intinya rakyat tetap jd korban korban
Rumit,susah dlm warna warni seluk beluk mekanisme permainan,yv jual pasal lah jual hukum,dan jual kata kata ,seakan benar ,korban korban tetap keterpaksaan ,yg bukan kehendaknya ,namun karena kekuasaan yv ada pdnya,sewenang wenang nya terhadap rakyat ,
Semua mengarahkn ke materialisme,siksya tetap simiskin menelan pahitnya,dicampur dlm pmbodohan,kpada rakyat
Hakya diperas,ditakut takuti,diperkosa
Kesimpulan itu seolah gambaran yv benar,dan kesimpulan yv benar,pdhal awalnya sudah salah akhirnya keputusan yv salah ,ujar bp pendy di celah celah penghayatan ,melihat kondisi saat ini 19/8/23
Disisa hidup nya dlm tugasnya sebagai jaga malam disalah satu perumahan
Perjalanan undang undang dan hukum,yg sudah ada jauh masih dari pengawasan yv ketat,sering main mata,menolak yg benar,menerima yg salah sepanjang simiskin harta,ilmu dan deking tdk ada membisikkn
Publik,sudah dapat mengambil makna sesuatu peristiwa yg ada ditengah masysrakat dlm penegakan hukum,jauh dari Pancasila dan UUD 1945 ,untuk kemakmuran dan kesejshteraan masyarakat
Tunda dan gagal pihak nya mereka mereka
Yg sering memanifulatip waktu dan keadaan
Lbh lbh dlm penegakan hukum ,paling suka memanifuler hukum,dan mmbuat gmbaran yg keliru dan berkesimpulan yv keliru pula
Kata akhir dari ,para tokoh agama penganut agama,sempadan lah melihat kemunduran akan kemajuan ,di zaman ini ke depan untuk anak bangsa,mendesak pihak penguasa dari legislstif,judikatif dan eskekutif,hampir sudah lupa akan tugas,fungsi dlm kedaulatan rakyat nya,sangat jauh dsri normstif Agama dan lbh menjurus kpada materialisme,Rakyat dan kpntingannya,ditinggalkn segelintir,dan sering mengabaikan nya
Harapan warga ,masyarakat anak cucu bangsa ,dapat menikmsti kue kue pmbangunan dan membangun rakyat pinggiran,pelosok ,kemiskinan
Hingga berita ini,sumber ini cukup dan ingin mendidik,agar tetap menjaga kesatuan dan pemersatu bangsa,agsr murka Tuhan tdk laknat pd umatnya yg tdk berdosa,itu harapnya diakhir pernystaan,yv miskin semakin miskin,yv kaya semakin ksya,pdhal korban rakyat dlm pembrantasan korupsi dan Nsrkoba,rakyat bersatu mmbantu Penegak hukum,kenali hukum,sadari hukum,dan jauhi hukum
Demons bkn alat solusi menyelesaikn masalah ,namun itu mmbawa korban jiwa ,bukan????



Tidak ada komentar:
Posting Komentar