Batu Bara, Sumut_Harian-RI.com - Sekalipun Daerah kuala tanjung sebutan laris di kenal daerah dollar disebutkan perusahaan PT Inalum membawa nama yang mengharumkan banyak pekerja di daerah nya dan banyak juga pengangguran ,PT - PT pun cukup banyak
Padahal disana jelas tanah rawa rawa bahkan banyak juga di daerah permasalah tanah, sebagian kehidupan warga ada bercocok tanam dan nelayan ujar sumber menyebutkan lagi 10/7/2021 Pada awak media Demikian lah ungkapan salah satu warga Desa Kuala indah kecamatan sei suka Batu bara, dan dahulu kabupaten Asahan
Nasip sihotang menuturkan lagi bahwa keluarga menguasai sebidang tanah seluas 1 hectar di lingkungan 9 aras kampung
Berikut batasnya letak tanah 150x200 meter atau 1hectar
Berbataskan utara, timur dan barat, serta selatan dan kini saksi telah alm ,sepanjang saya ketahui, misalkan saksi sitinjak naibaho dan simbolon sihite ,ujar nya dengan diatas segel thn 1971 oleh kades supardi tambahnya kini tanah tersebut di kuasai dari ganti rugi Karimuda sihotang alm di ledong,
Kita akui sulitnya dikuasai menguasai justru rawa rawa dan banjir ketika itu seperti ber marga habeahan ragam bp anton
Kini juga sudah pindah ke bdr pulau dan sudah alm ,namun putra putrinya masih ingat betul percisnya lokasi aras tenang kami hidup mereka asli dulu ber cocok tanam dan mengambil ikan di sungai seperti si hotler dan simarolop habeahan dan dahulu saya pernah berkunjung ke bdr pulau dimasa hidupnya
Rata rata penghidupan warga mengail dan bertani tanam padi
Hari demi hari warga berpindahan lah mereka mereka warga ke sungai besar saat ini desa kuala indah dahulu desa kuala tanjung
Setelah tahun demi tahun bermacam spekulan tanah issu beredar nya hadir PT pelindo
Masyarakat harus wanti wanti permainan mafia tanah ini sesuai dulu pesan Bupati ,warga jangan mau menjual lahannya masing masing, jangan menjuali tanah nya, meniru ungkapan Bupati
Tidak sampai disitu warga yg jahat semakin jahat atau jengkel pernah peristiwa itu muncul kepermukaan bahwa ada salah satu warga menjual tanah pekuburan
Mengingat situasi itu lah saya(Nasip sihotang) tidak mau menjual tanahnya hingga sampai saat ini
Tanah itu tetap kita usahai secara sederhana, darurat ,pungkas bp Nasip op Donny sihotang
Masih penuturan warga dan pantauan media yang layak dipercaya seperti br silaban istri marga sihite dan marga Matondang senada dengan pernyataan bp Nasib, namun warga sudah lanjut usia
Namun jika ada warga atau oknum kades yang bermain main mata disuatu saat pasti terungkap ,mafia tanah konon jadi incaran intrumen hukum dalam diam diam tapi kerjasama diakhir sikap bp Donny
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, warga berharap dan paling suka garap meggarap ,seingat sumber juga sewarga bermarga sitorus dengan bersepadan dekat di lokasi dan situasi saat ini sudah jual beli silih berganti atas desas desusnya PT pelindo membeli 3000 hectar debgan ber fariasi imbuh sumber.
[Horas Situmorang]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar