Aceh Timur_Harian-RI.com
Ketua ikatan wartawan online Indonesia IWOi Aceh Timur Rahmad Ingatkan Bupati Aceh Timur Iskandar usman Al-farlaky dan kuatir Demo besar bakal terjadi
Ratusan emak-emak dari Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 13.45 WIB, mendatangi Pendopo Bupati Aceh Timur dan Kantor Camat Idi Rayeuk
Rahmad menilai keadaan makin kisru dan memanas Kedatangan masyarakat yang rumah rusak terkenak bencana banjir merasa janji-janji bohong untuk mempertanyakan kejelasan data korban banjir hidrometeorologi yang dinilai simpang siur dan meresahkan masyarakat.
Warga memprotes dugaan pencoretan sekitar 900 lebih kepala keluarga dari total 1.300 KK yang tersebar di lima dusun di Gampong Jawa. Dari data yang beredar di masyarakat, hanya 131 KK yang namanya tercantum sebagai penerima bantuan.
Aksi tersebut turut dihadiri Tuha Peut, Sekdes, perwakilan lima dusun, tokoh masyarakat, rekan media, serta aparat keamanan yang melakukan pengamanan.
Sejak pasca banjir, polemik pendataan disebut telah beberapa kali memicu ketegangan di desa (4). Warga mengaku bingung dengan proses verifikasi yang dinilai berbelit dan tidak transparan, sehingga menimbulkan kegaduhan internal di Gampong Jawa.
Sebelumnya, perwakilan masyarakat berinisial H, dan lain juga telah mendatangi pihak terkait untuk meminta klarifikasi. Informasi yang diterima warga menyebutkan sekitar 450 itu pun belum jelas data dinyatakan keluar, namun di lapangan ditemukan jumlah korban terdampak jauh lebih banyak.
Dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, yang ditunjuk sejak 9 Januari 2026 menggantikan Afifullah, hadir langsung menemui warga. Penunjukan itu dilakukan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, guna mempercepat penanganan dan pendataan korban banjir.
Syahrizal Fauzi berupaya menenangkan massa dan menjelaskan mekanisme pendataan serta proses verifikasi yang sedang berjalan. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal perbaikan data agar ke depan lebih akurat dan tidak menimbulkan polemik baru.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Plt BPBD dan pihak Kantor Camat Idi Rayeuk, ratusan emak-emak tersebut akhirnya membubarkan diri dan BB ke rumah masing-masing dengan pengawalan aparat kea manan
Selaku ketua IWOi Aceh Timur Rahmad Sangat Kuatir bakal terjadi Demonstrasi besar Pasalnya Rumah rusak yang bakal di bantu Pemerintah baru 5.320 gelombang Pertama dan Rumah rusak berat,kurang lebih 2.210 sekian,Dan 18.000 lebih rumah rusak ringan dan sedang yang belum terdata dan belum mendapatkan hak bantu dari Pemerintah, Hal ini lah Rahmad Sangat menkuatir Demo Besar bakal terjadi, Rahmad meminta kepada bupati untuk segera menyelesaikannya secara Arib dan Bijaksana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar