Banten_Harian-RI.com
Sebanyak 21 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) melaksanakan pengabdian masyarakat pascabencana di wilayah hukum Polres Aceh Timur, Polda Aceh.
Kegiatan kemanusiaan itu merupakan tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dimana, jajaran kepolisian diminta untuk hadir dan membantu masyarakat di daerah terdampak serta terisolasi akibat bencana alam di Aceh.
Perwira pendamping, Kombes Pol Firdaus mengatakan, STIK menerjunkan sedikitnya 249 mahasiswa. Setelah tiba di Polda Aceh, para mahasiswa didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.
"Ada 249 mahasiswa dan didistribusikan ke beberapa wilayah terdampak. Salah satunya ke Aceh Timur, di mana 21 mahasiswa STIK Angkatan ke-83. Dan para mahasiswa STIK langsung bergerak ke lapangan meski belum genap 24 jam tiba di Aceh," katanya.
Kegiatan itu pum difokuskan membantu pemulihan masyarakat pascabencana. Sebagai amanah langsung dari pimpinan, kata dia, para mahasiswa siap bekerja dan memberi solusi di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
"Ini misi kemanusiaan yang dijalankan secara nyata dan terukur selama satu bulan penuh," ujarnya.
Nantinya, berbagai kegiatan kemanusiaan telah dan akan terus dilakukan, seperti bakti sosial berupa pengobatan gratis, pembuatan sumur untuk kebutuhan air bersih, penyaluran bantuan sosial, hingga kerja bakti dan bakti religi di tengah masyarakat.
"Tidak hanya turut dalam upaya pemulihan fisik, para mahasiswa akan aktif terlibat dalam upaya pemulihan psikologis warga terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan," jelas dia.
Salah seorang mahasiswa STIK, Iptu Aldwi Ashary, menyebut kegiatan kemanusiaan itu sebagai wujud empati dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan itu dilaksanakanakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Hal senada disampaikan Iptu Bima Praelja. Menurutnya, kehadiran mahasiswa STIK di Aceh Timur diharapkan dapat meringankan beban warga. Dengan semangat kemanusiaan dan pengabdian, Bima menyebut kegiatan itu sebagai salah satu bentuk kehadiran negara hadir bersama masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu semampu kami, baik melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, maupun pendampingan bagi warga terdampak bencana,” ungkapnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar