Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Aman dan Mencukupi
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Aman dan Mencukupi

    Dimas ( Redaksi )
    21 Mei 2026, 5/21/2026 10:16:00 PM WIB Last Updated 2026-06-03T15:18:00Z


    Banda Aceh_Harian-RI.com

    Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Peternakan Aceh memastikan ketersediaan hewan kurban di seluruh wilayah Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Berdasarkan data terbaru, total stok hewan kurban yang tersedia di 23 kabupaten/kota di Aceh mencapai 68.637 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 22.404 ekor sapi, 7.528 ekor kerbau, 28.900 ekor kambing, serta 9.705 ekor domba.

    Kepala Dinas Peternakan Aceh melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Pengolahan dan Pemasaran, Ruhaty, mengatakan para peternak dan pedagang ternak di Aceh telah mempersiapkan kebutuhan hewan kurban sejak jauh hari.

    “Alhamdulillah, untuk persediaan hewan kurban tahun ini masih mencukupi. Para peternak maupun pedagang ternak sudah melakukan persiapan sejak lama untuk menghadapi kebutuhan Iduladha,” ujar Ruhaty, Kamis (21/5/2026).

    Menurutnya, distribusi hewan kurban tersebar hampir di seluruh wilayah Aceh, terutama di kawasan Aceh Besar dan wilayah timur Aceh yang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan terbesar di provinsi tersebut.

    Beberapa pasar hewan yang menjadi pusat distribusi ternak berada di Sibreh Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara hingga Aceh Tamiang. Sementara itu, wilayah barat Aceh masih memiliki keterbatasan stok sehingga sebagian kebutuhan ternak dipasok dari daerah timur Aceh.

    Selain mengandalkan peternak lokal, sejumlah pedagang juga mendatangkan ternak dari Sumatera Utara guna memenuhi permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Meski demikian, seluruh proses lalu lintas ternak tetap diawasi secara ketat oleh petugas veteriner.

    Ruhaty menjelaskan pemerintah telah menyiapkan empat titik pemeriksaan atau checkpoint pengawasan ternak yang berada di Aceh Tamiang, Subulussalam, Singkil dan Aceh Tenggara.

    “Setiap ternak yang masuk maupun keluar Aceh wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta dokumen izin lalu lintas ternak,” jelasnya.

    Pengawasan tersebut juga diperkuat dengan penggunaan aplikasi lalu lintas ternak untuk memantau pergerakan hewan antarwilayah secara lebih efektif dan terintegrasi.

    Meski stok hewan kurban dinilai mencukupi, jumlah persediaan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 86.709 ekor. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh dan menyebabkan banyak ternak mati akibat banjir.

    Data Dinas Peternakan Aceh mencatat ternak terdampak banjir terdiri dari 334.019 ekor sapi, 63.777 ekor kerbau, 3.050 ekor kambing, serta 80.968 ekor domba.

    “Banyak ternak masyarakat yang mati akibat banjir. Kemungkinan sebagian di antaranya merupakan ternak yang sebelumnya dipersiapkan untuk kebutuhan kurban tahun ini,” ungkap Ruhaty.

    Ia menambahkan Aceh Utara dan Aceh Besar hingga kini masih menjadi daerah dengan populasi ternak terbesar sekaligus pemasok utama kebutuhan hewan kurban di Aceh.

    Selain memastikan kecukupan stok, Dinas Peternakan Aceh juga terus meningkatkan pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha. Hewan kurban dipastikan harus memenuhi syarat syariat dan kesehatan, yakni tidak sakit, tidak cacat, serta dalam kondisi sehat.

    Dokter hewan dan paramedis veteriner di seluruh kabupaten/kota terus melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang diperjualbelikan maupun yang akan disembelih masyarakat.

    “Hewan yang sehat nantinya akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan oleh dokter hewan,” kata Ruhaty.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik ternak. Hewan yang sehat umumnya memiliki bulu bersih dan tidak kusam, tubuh aktif, tidak demam, serta tidak mengeluarkan cairan berlebihan dari hidung.

    “Jika bulunya kusam, rontok, atau ternak terlihat lemas, masyarakat harus waspada karena bisa menjadi tanda hewan kurang sehat,” ujarnya.

    Dinas Peternakan Aceh memastikan tenaga medis veteriner di seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) tetap disiagakan guna membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Iduladha.

    “Kami terus mengimbau masyarakat agar memastikan hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal sebelum dikonsumsi,” tutup Ruhaty.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Dinas Peternakan Aceh Pastikan Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Aman dan Mencukupi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer