SIGLI_Harian-RI.com
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Provinsi Aceh menyoroti proyek preservasi Jalan dan Jembatan Lambaro–Batas Kota Sigli dengan pagu anggaran mencapai Rp12.078.322.000 yang dilaksanakan oleh PT Ayu Lestari Indah. Proyek yang berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh itu dinilai menyimpan sejumlah persoalan yang perlu ditelusuri aparat pengawasan internal maupun aparat penegak hukum.
Ketua DPW Alamp Aksi Aceh, Mahmud Padang, mengatakan pihaknya mempertanyakan proses penunjukan penyedia jasa. Menurutnya, proyek preservasi tersebut dilakukan melalui mekanisme E-Purchasing atau E-Katalog, bukan tender terbuka.
Ia meminta Inspektur Jenderal Kementerian PUPR melakukan audit dan penelusuran terhadap proses pengadaan proyek tersebut.
Selain persoalan pengadaan, Alamp Aksi juga menyoroti dugaan penggunaan BBM subsidi jenis solar untuk operasional alat berat. Mahmud mengatakan, apabila dugaan tersebut benar, penggunaan BBM subsidi untuk proyek konstruksi perlu diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.
Sorotan berikutnya berkaitan dengan sumber material batuan yang diduga digunakan untuk produksi aspal melalui Asphalt Mixing Plant (AMP). Alamp Aksi meminta legalitas material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diperiksa.
Mahmud kemudian mendesak aparat penegak hukum dan aparat pengawasan pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap proses penunjukan penyedia, sumber material, serta penggunaan BBM dalam proyek tersebut



Tidak ada komentar:
Posting Komentar