Banda Aceh_Harian-RI com
Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, menyampaikan catatan mendalam tentang ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan.
“Pemerintah yang berkinerja bagus bukanlah yang hebat memublikasikan diri di atas panggung atau di media, melainkan yang mampu membuktikan kinerjanya di kehidupan nyata rakyat,” tegas Subki.
PBA menegaskan:
- Bukan di atas kertas atau layar kinerja diukur, melainkan di sawah, di pasar, di rumah rakyat, dan di jalanan yang dapat diakses dengan layak;
- Publikasi tidak mensejahterakan rakyat. Yang mensejahterakan adalah kebijakan yang tepat sasaran, anggaran yang transparan, dan pelayanan yang cepat tanpa biaya tersembunyi;
- Rakyat tidak butuh janji yang dihiasi kata-kata indah, rakyat butuh bukti nyata: BBM yang tersedia, pupuk yang terjangkau, rumah yang layak, dan jalan yang mulus;
- Kinerja yang sesungguhnya terasa di perut dan di hati rakyat, bukan sekadar terlihat di siaran pers dan tayangan berita.
“Jika semua anggaran besar yang telah digelontorkan benar-benar bekerja untuk rakyat, maka rakyat tidak akan menjerit meminta perhatian. Kinerja yang bagus itu tidak perlu banyak diumumkan — rakyat sendiri yang akan menyebarkannya dari mulut ke mulut,” ujar Subki.
PBA mendorong seluruh jajaran pemerintah Aceh untuk lebih fokus pada hasil daripada sekadar tampilan. “Biarkan hasil kerja nyata yang berbicara, bukan juru bicara yang berbicara tanpa hasil,” pungkas Subki Mohammad Bintang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar