Perkuat Layanan Stroke di Aceh, RSUDZA Latih 45 Tenaga Kesehatan dari 11 Rumah Sakit
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Perkuat Layanan Stroke di Aceh, RSUDZA Latih 45 Tenaga Kesehatan dari 11 Rumah Sakit

    Dimas ( Redaksi )
    20 Oktober 2026, 10/20/2026 03:20:00 PM WIB Last Updated 2026-10-23T08:21:01Z

     



    BANDA ACEH_Harian-RI.com

    Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Aceh, khususnya dalam penanganan pasien stroke. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Code Stroke dan Trombolisis Provinsi Aceh Tahun 2026 yang diikuti 45 tenaga kesehatan dari 11 rumah sakit umum daerah (RSUD) di Aceh.

    Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala stroke, mempercepat proses diagnosis, serta memberikan penanganan medis sesuai indikasi dan standar pelayanan yang berlaku.

    Para peserta berasal dari rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT Scan sebagai salah satu sarana penting dalam pemeriksaan pasien stroke akut.

    Workshop tersebut dibuka oleh Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes. Sementara itu, Direktur RSUDZA diwakili Wakil Direktur Pengembangan SDM, Dr. Arifatul Khorida, MPH, FISQua.

    Kecepatan Penanganan Menjadi Kunci

    Dalam sambutannya, Dr. Arifatul Khorida menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat dipengaruhi oleh kecepatan tindakan medis, ketepatan diagnosis, dan koordinasi antartenaga kesehatan.

    Prinsip Time is Brain, and Teamwork Saves Time menjadi salah satu landasan dalam pelatihan tersebut. Prinsip ini menekankan bahwa setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke karena keterlambatan dapat meningkatkan risiko kerusakan otak dan kecacatan.

    Penanganan pasien membutuhkan sistem pelayanan yang terintegrasi, mulai dari pengenalan gejala, aktivasi tim Code Stroke, pemeriksaan CT Scan, hingga pemberian terapi trombolisis bagi pasien yang memenuhi kriteria medis.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya evaluasi waktu pelayanan, termasuk door-to-needle time, yakni rentang waktu sejak pasien tiba di rumah sakit hingga obat trombolisis diberikan.

    Dorong Pemerataan Pelayanan Stroke

    Sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUDZA berupaya memperkuat jejaring pelayanan agar kemampuan penanganan stroke tidak hanya terpusat di satu rumah sakit.

    Workshop yang didukung program SIHREN Kementerian Kesehatan RI tersebut diharapkan menghasilkan tindak lanjut berupa pembentukan tim Code Stroke terlatih di rumah sakit peserta, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta evaluasi berkelanjutan terhadap kecepatan dan mutu pelayanan.

    Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, rumah sakit di berbagai daerah diharapkan mampu memberikan respons yang lebih cepat dan terkoordinasi ketika menerima pasien dengan gejala stroke.

    Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari penerapan kompetensi dalam praktik klinis dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Edukasi Masyarakat Tetap Diperlukan

    Selain meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, edukasi kepada masyarakat mengenai gejala stroke menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat penanganan.

    Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis apabila menemukan gejala yang mengarah pada stroke, seperti wajah mendadak tidak simetris, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau gangguan bicara yang muncul secara tiba-tiba.

    Kecepatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan dapat membantu tenaga medis melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang sesuai.

    Melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan kerja sama antarrumah sakit, RSUDZA berharap pelayanan stroke di Aceh semakin cepat, berkualitas, dan merata sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan rujukan.

    Sumber: KBA.ONE, 19 Oktober 2026; informasi kegiatan Workshop Code Stroke dan Trombolisis Provinsi Aceh Tahun 2026.

    Harian-RI.com

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Perkuat Layanan Stroke di Aceh, RSUDZA Latih 45 Tenaga Kesehatan dari 11 Rumah Sakit

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer