Pangururan_Harian-RI.com
Pemerintah akan membangun sejumlah sarana dan prasarana infrastruktur yang mendukung kepariwisataan di Kabupaten Samosir, SUmatera Utara, seiring ditetapkannya Samosir menjadi bagian dari Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN).

"Diantaranya adalah penataan kawasan Waterfront City Pangururan, pembangungan TPA dan IPLT serta pembangunan penyediaan air baku," kata Sekda Samosir, Hotraja Sitanggang di Pangururan, Kamis.

Ia mengatakan, terbangunnya sarana dan prasarana tersebut nantinya diharapkan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata pada tahun-tahun mendatang, yang tentunya akan mendorong laju pertumbuhan dan pergerakan ekonomi daerah untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Samosir.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan TPA dan IPLT merupakan bagian dari dukungan infrastruktur terhadap destinasi pariwisata yang merujuk pada program pariwisata yang berkelanjutan, yang dapat membantu upaya peningkatan kualitas lingkungan termasuk ekosistem di Kawasan Danau Toba.

Dalam mewujudkan rencana program tersebut, Pemkab Samosir sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, Bank Dunia, Pemprovsu, pemerintah Kecamatan, para kepala desa serta tokoh masyarakat sehingga pembangunan akan terlaksana dan memenuhi aspek teknis, sosial dan lingkungan.

Untuk itu kepada seluruh pejabat dan pimpinan perangkat daerah Kabupaten Samosir agar bersungguh-sungguh dan aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dengan Kementerian PUPR RI dan Bank Dunia agar pembangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Sumatera Utara, Syafriel Tansier mengatakan, yang tidak kalah penting dilakukan adalah bagaimana infrastruktur yang sudah ada dapat dikelola dan dipelihara dengan baik.

Aset yang nantinya akan menjadi bagian dari Pemkab Samosir harus dapat dikelola dengan baik untuk menambah pendapatan asli daerah.