Takengon_Harian-RI.com
Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, menyampaikan apresiasi kepada Polres Aceh Tengah atas keberhasilan evakuasi delapan warga negara (WN) Jepang yang sebelumnya terjebak di lokasi proyek pembangkit listrik akibat bencana alam.
Peristiwa tersebut terjadi saat akses darat menuju lokasi lumpuh total akibat longsor dan banjir yang dipicu cuaca ekstrem. Dalam kondisi medan yang sulit, aparat gabungan berhasil mengevakuasi seluruh WN Jepang ke tempat aman tanpa korban jiwa.
“Kami sangat menghargai dedikasi Polres Aceh Tengah. Evakuasi ini tidak mudah karena jalur tertutup material longsor, namun berkat kesigapan petugas, seluruh warga kami berhasil dipindahkan dengan selamat,” ujar Furugori.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhammad Taufiq, menegaskan bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, BPBD, hingga masyarakat setempat.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami, termasuk bagi warga negara asing yang berada di wilayah hukum kami,” tegasnya.
Usai rangkaian kegiatan tersebut, Furugori Toru melanjutkan kunjungannya ke Polres Aceh Tengah, Senin (27/4/2026). Dalam suasana santai, ia menikmati langsung kopi khas Gayo bersama jajaran kepolisian, sekaligus mempromosikan potensi daerah kepada masyarakat internasional, khususnya Jepang.
Menurutnya, kopi Gayo merupakan komoditas unggulan yang telah dikenal luas di pasar global. Ia pun mengajak masyarakat Jepang untuk datang langsung ke Aceh Tengah.
“Saya ingin merekomendasikan kopi Aceh Tengah kepada masyarakat Jepang, sekaligus mengajak mereka datang berkunjung. Aceh Tengah adalah wilayah yang aman, jadi tidak perlu ragu untuk berlibur ke sini,” katanya.
Aceh Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi terbesar di Indonesia, khususnya kopi Arabika Gayo yang memiliki cita rasa khas dan telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Selain sektor perkebunan, daerah ini juga memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan. Danau Lut Tawar menjadi salah satu destinasi unggulan dengan panorama pegunungan dan udara sejuk khas dataran tinggi yang masih asri.
Kunjungan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi Aceh Tengah ke kancah internasional, sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah dataran tinggi Gayo.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar