Ketua IWOI Aceh Timur Murka: Tujuh Bulan Bantuan Banjir Aceh belum terselesaikan Pemerintah Dinilai Abai dan Lepas Tanggung Jawab
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Ketua IWOI Aceh Timur Murka: Tujuh Bulan Bantuan Banjir Aceh belum terselesaikan Pemerintah Dinilai Abai dan Lepas Tanggung Jawab

    Dimas ( Redaksi )
    18 Mei 2026, 5/18/2026 02:58:00 PM WIB Last Updated 2026-05-18T07:58:28Z

     



    Aceh Timur_Harian-RI.com

    Menjelang Hari Raya Idul adha penderitaan korban banjir di Aceh Timur justru makin memuncak. Bantuan yang dijanjikan tak kunjung cair, sementara masyarakat terus bertahan dalam kondisi serba kekurangan tanpa kepastian. Senin (18/5/2026).


    Kemarahan warga kini tak terbendung. Mereka menilai pemerintah gagal hadir di saat rakyat benar-benar membutuhkan.

    “Sudah berbulan-bulan kami menunggu. Jelang Lebaran, bantuan belum juga jelas. Rakyat menjerit, tapi pemerintah seolah tutup mata. Jangan jadikan kami pengemis di negeri sendiri,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada geram.


    Situasi ini memicu gelombang kritik keras, termasuk dari Ketua IWOI Aceh Timur, Rahmad. Ia menilai lambannya penanganan bukan lagi soal teknis, melainkan bentuk kelalaian serius.


    “Kalau alasan klasiknya kekurangan personel, itu tidak bisa diterima. Jangan bungkus kelemahan dengan alasan. Negara harus hadir, bukan bersembunyi di balik keterbatasan,” tegas Rahmad.


    Ia bahkan menyindir keras dengan wacana pengerahan ribuan warga dari ratusan desa untuk turun langsung membantu penanganan banjir—sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.


    “Kalau memang pemerintah tidak sanggup, katakan saja. Masyarakat Aceh Timur siap turun. Dari 513 desa, kalau lima orang saja bergerak, untuk membantu pemerintah Aceh Timur dan ribuan orang bisa bekerja. Tapi ini pertanyaannya: negara ini masih punya tanggung jawab atau tidak?” lanjutnya tajam.

    Rahmad juga mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah agar berhenti berdiam diri dan segera mengambil langkah nyata.


    “Jangan tunggu rakyat bergerak dulu baru pemerintah ikut sibuk. Ini bukan soal pencitraan, ini soal tanggung jawab. Bergerak cepat, transparan, dan serius—itu yang dituntut rakyat hari ini,” katanya.


    Lebih jauh, ia mengingatkan agar semangat gotong royong tidak dijadikan tameng untuk menutupi kegagalan negara dalam menjalankan kewajibannya.


    “Gotong royong itu budaya, bukan alasan untuk membiarkan rakyat menanggung beban sendiri. Jangan sampai negara hanya hadir saat seremonial, tapi hilang saat rakyat menderita,” sindirnya.


    Masyarakat pun menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Jika situasi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin aksi besar akan terjadi sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.


    “Jangan tunggu kemarahan ini meledak. Selesaikan sekarang. Jangan sampai setelah banjir surut, tanggung jawab juga ikut hanyut,” tutup Rahmad.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Ketua IWOI Aceh Timur Murka: Tujuh Bulan Bantuan Banjir Aceh belum terselesaikan Pemerintah Dinilai Abai dan Lepas Tanggung Jawab

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer