Panglima Milenial Aceh Desak Pemerintah Pusat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Panglima Milenial Aceh Desak Pemerintah Pusat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh

    Dimas ( Redaksi )
    23 Mei 2026, 5/23/2026 01:57:00 PM WIB Last Updated 2026-05-23T06:57:16Z


    Banda Aceh_Harian-RI.com

    Panglima Milenial Aceh, Jamal Luddin alias Tgk Rohid, meminta Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terkait serta Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas RRK) untuk segera mempercepat pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) di berbagai daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

    Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota yang hingga kini masih merasakan dampak bencana banjir, longsor, abrasi, dan kerusakan infrastruktur yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Tgk Rohid, proses pemulihan pascabencana harus menjadi prioritas nasional mengingat masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan dan pemulihan secara maksimal.

    "Kami meminta Pemerintah Pusat dan Satgas RRK agar mempercepat program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian pemulihan. Banyak fasilitas umum, sarana pendidikan, jalan, jembatan, serta infrastruktur dasar lainnya yang membutuhkan penanganan segera agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal," ujar Jamal Luddin alias Tgk Rohid.

    Ia menjelaskan bahwa berbagai wilayah di Aceh, khususnya daerah yang terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi, masih menghadapi berbagai kendala. Selain kerusakan rumah warga dan fasilitas publik, banyak masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat terganggunya akses transportasi, pertanian, perkebunan, dan kegiatan ekonomi lainnya.

    Menurutnya, pemerintah perlu melakukan percepatan pendataan dan verifikasi kerusakan agar proses penyaluran bantuan serta pembangunan kembali infrastruktur dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Ia menilai bahwa masyarakat yang berada di daerah terpencil dan pedalaman sering kali menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses bantuan dibandingkan wilayah yang lebih mudah dijangkau.

    "Kami menerima berbagai laporan dari masyarakat bahwa masih ada sejumlah daerah yang belum mendapatkan perhatian yang memadai. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar tidak ada warga yang merasa diabaikan dalam proses pemulihan pascabencana," katanya.

    Tgk Rohid menegaskan bahwa sektor infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Kerusakan jalan dan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap distribusi barang, hasil pertanian, pelayanan kesehatan, serta kegiatan pendidikan.

    Selain itu, ia juga menyoroti kondisi sektor pendidikan yang membutuhkan perhatian khusus. Beberapa fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana sehingga berpotensi mengganggu proses belajar mengajar. Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh anak-anak Aceh tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak meskipun berada dalam situasi pascabencana.

    "Pendidikan tidak boleh menjadi korban dari lambatnya proses rehabilitasi. Pemerintah harus memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan segera diperbaiki sehingga anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman," ujarnya.

    Lebih lanjut, Panglima Milenial Aceh meminta agar pemerintah meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi teknis, lembaga kemanusiaan, serta unsur masyarakat sipil untuk mempercepat proses pemulihan. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.

    Ia juga menilai bahwa Aceh memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana besar. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu menerapkan pendekatan yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.

    "Kami berharap pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka. Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan, ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," tegasnya.

    Panglima Milenial Aceh menyatakan pihaknya akan terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat terkait penanganan pascabencana dan mendorong agar seluruh program pemulihan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan merata di seluruh wilayah Aceh.

    Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses dan membutuhkan dukungan percepatan pembangunan kembali pascabencana.

    "Harapan kami sederhana, yaitu agar seluruh masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh bantuan, pemulihan infrastruktur, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan dukungan ekonomi yang memadai. Aceh harus bangkit kembali melalui kerja sama seluruh pihak demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah," tutup Jamal Luddin alias Tgk Rohid.

    Narahubung:

    Jamal Luddin alias Tgk Rohid

    Panglima Milenial Aceh

    Pusat Aceh.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Panglima Milenial Aceh Desak Pemerintah Pusat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer