Problem Utama Jamaah Haji Indonesia: Selera Makan dan Kesehatan Jadi Sorotan
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Problem Utama Jamaah Haji Indonesia: Selera Makan dan Kesehatan Jadi Sorotan

    Dimas ( Redaksi )
    3 Juni 2026, 6/03/2026 07:33:00 PM WIB Last Updated 2026-06-03T12:33:00Z

     


    Mekkah Al-Mukarramah_Harian-RI.com

    Kondisi konsumsi dan kesehatan menjadi salah satu persoalan utama yang banyak dikeluhkan jamaah haji asal Indonesia selama berada di Tanah Suci. Sejumlah jamaah mengaku kurang berselera terhadap menu makanan yang disajikan karena dinilai berbeda jauh dengan cita rasa masakan Indonesia, khususnya masakan rumahan yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Rabu (3/6/2026).

    Berdasarkan keluhan yang disampaikan jamaah, mayoritas menu katering yang tersedia bercita rasa khas Pakistan sehingga kurang cocok di lidah jamaah Indonesia. Selain persoalan makanan, kondisi kesehatan jamaah juga menjadi perhatian, di mana banyak jamaah mulai mengalami batuk setelah tiba di Mekkah akibat cuaca, kelelahan perjalanan, hingga adaptasi lingkungan.

    Kepala Konsumsi, Amir Hasan, menjelaskan bahwa pihak Kementerian Haji dan Umrah sebenarnya telah berupaya menyampaikan kepada pihak penyedia katering di Arab Saudi agar menu yang disajikan dapat menyesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

    “Kami sudah berusaha menyampaikan agar masakan yang disediakan mendekati selera bangsa Indonesia,” ujar Amir Hasan.

    Ia menambahkan, sejumlah jamaah bahkan mengusulkan agar menu makanan lebih banyak menghadirkan masakan khas Nusantara, seperti lauk-pauk sederhana, sayur-mayur, serta menu ala rumahan yang lebih familiar bagi jamaah Indonesia.

    “Banyak jamaah menginginkan masakan Jawa atau masakan Indonesia yang lebih sederhana dan cocok di lidah jamaah,” tambahnya.

    Sementara itu, salah satu karyawan katering asal Pakistan bernama Akals Akan menegaskan bahwa menu yang disediakan memang merupakan masakan khas Pakistan.

    “Masakan yang kami sajikan adalah masakan Pakistan,” tegasnya singkat.

    Di sisi lain, petugas kesehatan mengimbau jamaah agar menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi air yang cukup, serta memanfaatkan fasilitas pengobatan yang tersedia meskipun masih dalam keterbatasan.

    “Kami menganjurkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan beristirahat yang cukup,” ujar salah satu petugas kesehatan.

    Sejumlah jamaah dan masyarakat Indonesia berharap ke depan pemerintah dapat melakukan evaluasi serius terkait layanan konsumsi dan kesehatan jamaah haji. Menurut mereka, perjalanan ibadah haji yang telah lama dinantikan bahkan harus menunggu antrean bertahun-tahun seharusnya diimbangi dengan pelayanan yang lebih baik, terutama dalam hal makanan dan kesehatan.

    “Jamaah datang jauh-jauh dari tanah air untuk memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji. Jika makanan tidak sesuai selera, otomatis kesehatan terganggu dan konsentrasi ibadah menjadi tidak optimal,” ungkap Marwan, salah satu jamaah.

    Mereka berharap ke depan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia dapat semakin ditingkatkan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, sehat, dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Problem Utama Jamaah Haji Indonesia: Selera Makan dan Kesehatan Jadi Sorotan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer