Warga Khawatir Terputus Total, Minta Pemerintah Daerah, Provinsi hingga Pusat Segera Turun Tangan Sebelum Menjadi Bencana Besar
ACEH TIMUR_Harian-RI.com
Jalan lintas penghubung antar kecamatan dan pemukiman di Gampong Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Selama lebih dari dua tahun, ruas jalan ini terus tergerus longsor dan air hujan, hingga saat ini kondisinya nyaris putus dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Padahal jalan ini bukan sekadar jalan setapak, melainkan jalur utama yang menghubungkan ratusan hektar lahan pertanian, perkebunan, dan pemukiman warga yang tersebar di wilayah Blang Seneng, Pante Labu Suka Damai, Pante Rambong Alu, Mirah, Seuneubok Tuan, Seuneubok Saboh, Bukit Karung, Bukit Bata, Menasah, Tunong, hingga Kedai Baru. Jalan ini juga menjadi akses utama menuju wilayah Sejudo Sah Raja dan sekitarnya.
Berdasarkan pengamatan langsung tim redaksi pada Senin, 05 Juli 2026, terlihat badan jalan semakin menyempit, tepiannya terus longsor dan tergerus air, hanya menyisakan lebar jalan yang pas-pasan. Truk pengangkut hasil bumi dan kendaraan roda dua harus melintas dengan sangat hati-hati, takut tergelincir ke jurang.
“Sudah hampir dua tahun kondisinya begini, sejak pasca bencana banjir dan longsor yang lalu. Sebelum bencana pun kondisinya sudah rusak, tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan sedikitpun. Setiap hari hujan, tanahnya makin luruh, makin dekat ke titik putus,” keluh seorang warga yang setiap hari melintas jalan ini.
Yang membuat warga semakin bertanya-tanya: jalan ini sering dilalui oleh pejabat tinggi. Mulai dari jajaran Kementerian Dalam Negeri, Wakil Bupati, Bupati Aceh Timur, hingga pejabat kabinet tingkat pusat saat melakukan kunjungan kerja lintas wilayah dari Pante Bidari menuju ke arah timur.
“Mereka lewat, melihat kondisinya, tapi kenapa tidak ada yang menindaklanjuti? Ada apa sebenarnya di balik ini? Apakah jalan ini tidak dianggap penting hanya karena warganya rakyat biasa?” tanya warga lainnya dengan nada kecewa.
Kerusakan jalan ini sudah menimbulkan kerugian nyata 'Harga angkutan melonjak: Pengangkut hasil perkebunan dan pertanian membebankan biaya lebih mahal karena risiko tinggi
"Kendaraan sering rusak: Kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang membuat biaya perawatan kendaraan membengkak
Akses darurat terhambat:
"Jika ada warga sakit atau kebakaran, kendaraan bantuan sulit melintas dengan cepat
" Ancaman terputus total: Jika hujan deras turun terus-menerus, jalan ini bisa putus sama sekali, memutus akses ribuan warga selama berbulan-bulan
Seruan: Saifuddin Ismail, alias ful jurnalis "Kepada Pemerintah, Indonesia provinsi Aceh
Melihat kondisi yang sudah mendesak ini, warga dan pengamat meminta perhatian serius dari tiga tingkatan pemerintahan:
1. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur: Segera lakukan pengecekan lapangan, buat rencana perbaikan darurat, dan alokasikan anggaran penanganan kerusakan jalan
2. Pemerintah Provinsi Aceh: Koordinasikan untuk bantuan teknis dan anggaran, mengingat jalan ini menghubungkan beberapa kecamatan
3. Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR & Kemendagri: Berikan perhatian khusus, mengingat jalan ini sering dilalui pejabat dan merupakan akses vital bagi ribuan jiwa
“Kami tidak meminta jalan aspal mewah, cukup diperbaiki agar tidak putus dan aman dilalui. Jangan sampai nanti jalan ini benar-benar terputus baru ada tindakan, itu sudah terlambat dan biayanya akan jauh lebih mahal,” pungkas warga.
Sumber: Pengamatan langsung lapangan, keterangan warga setempat
Lokasi: Gampong Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur
Tanggal: 05 Juli 2026






Tidak ada komentar:
Posting Komentar