Banda Aceh_Harian-RI.com
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi meningkatnya angka kemiskinan di Aceh akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Pemerintah Aceh kini memprioritaskan percepatan pemulihan sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat.
"Angka kemiskinan Aceh sebenarnya sudah mengalami penurunan. Namun, dengan adanya musibah ini kami khawatir angkanya akan meningkat dari sekitar 12 persen menjadi sekitar 17 persen. Ini yang menjadi perhatian serius pemerintah," ujar Mualem kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Aceh pada September 2025 tercatat sebesar 12,22 persen.
Mualem menjelaskan, penanganan pascabencana hidrometeorologi dilakukan secara menyeluruh di berbagai sektor. Meski demikian, pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
"Yang berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat menjadi yang paling mendesak untuk segera ditangani," katanya.
Ia mengungkapkan, hingga kini masih banyak areal persawahan yang belum dapat dimanfaatkan akibat terdampak banjir. Selain itu, sejumlah jaringan irigasi mengalami kerusakan, sementara akses transportasi masyarakat juga terganggu karena jembatan dan ruas jalan yang putus.
"Yang paling mendesak adalah sawah yang belum bisa digunakan, perbaikan irigasi, serta jembatan dan jalan yang rusak. Sungai juga perlu segera dibenahi agar tidak kembali meluap saat curah hujan tinggi," jelasnya.
Menurut Mualem, normalisasi dan penataan sungai menjadi salah satu langkah strategis yang harus segera dilakukan. Pasalnya, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan maupun kerusakan dinilai menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko banjir dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai.
Pemerintah Aceh berharap percepatan rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan sektor pertanian dapat menekan dampak ekonomi pascabencana serta mencegah peningkatan angka kemiskinan di daerah tersebut.
(Sofyan RI)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar