Damai Itu Mutiara Indah yang Harus Selalu Dijaga dan Dirawat
  • Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kode IT


    terkini

    Damai Itu Mutiara Indah yang Harus Selalu Dijaga dan Dirawat

    Dimas ( Redaksi )
    22 Agustus 2026, 8/22/2026 04:37:00 PM WIB Last Updated 2026-08-22T09:37:48Z

     

     


    Oleh: Syekh Samunzir Bin Husein

    Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh (MZA)

     

    Harian-RI.com

    Damai itu adalah mutiara indah yang tak ternilai harganya. Ia tidak datang dengan sendirinya, dan tidak pula bertahan hanya dengan keinginan semata. Seperti mutiara yang terbentuk perlahan di tengah ombak yang keras, perdamaian tumbuh dari pengorbanan, kesabaran, dan kemauan untuk saling memaafkan — dan karena itu harus selalu dijaga, dirawat, dan dipelihara secara terus-menerus.

     

    Rasulullah SAW mengajarkan Islam yang indah nan damai, Islam yang lurus, Rahmat bagi sekalian alam. Inilah ajaran yang menjadi cahaya penuntun kita. Agama yang membawa kedamaian ke dalam hati, kedamaian antar sesama, dan rahmat yang tidak hanya untuk sebagian orang, melainkan untuk seluruh alam semesta. Mengikuti jejak beliau berarti menebarkan kedamaian, bukan menabur permusuhan; membangun jembatan persaudaraan, bukan menebarkan benih perpecahan.

     

    Perdamaian bukanlah keadaan yang sekali tercapai lalu selamanya aman. Ia ibarat tanaman yang butuh disiram setiap hari, diberi cahaya, dan dilindungi dari hama. Jika diabaikan, jika dibiarkan kering oleh ketidakpedulian, atau diganggu oleh kepentingan yang sempit, ia bisa layu, dan kita akan kehilangan kemewahan yang paling berharga: kesempatan untuk hidup berdampingan, membangun bersama, dan mewariskan masa depan yang layak bagi anak cucu.

     

    Menjaga damai bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Justru sebaliknya: merawat perdamaian berarti berani menyelesaikan perselisihan dengan bijak, menegakkan keadilan, dan memenuhi janji-janji yang telah disepakati. Ia menuntut kita untuk tidak membiarkan luka lama menggerogoti kepercayaan, dan tidak membiarkan perbedaan berubah menjadi permusuhan.

     

    Perdamaian di Aceh yang diraih dengan harga yang sangat mahal — dengan tetesan air mata, keringat, dan darah — adalah mutiara yang harus kita pelihara bersama. Jangan biarkan ia kusam karena kelalaian, atau hilang karena kepentingan sesaat. Mari kita jaga dengan kebenaran, rawat dengan keadilan, dan lestarikan dengan kasih sayang. Karena damai itu bukan milik satu pihak saja — damai itu adalah milik seluruh rakyat, dan masa depan kita semua.

     

    “Dengan zikir kita memperbaiki diri, dengan zikir kita memperbaiki umat.”

     

     

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Damai Itu Mutiara Indah yang Harus Selalu Dijaga dan Dirawat

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer